KOTA BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Menjelang lonjakan pengunjung pada libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu mengambil langkah preventif ekstra. Personel gabungan dan peralatan penyelamatan darurat kini disiagakan di titik-titik rawan untuk menjamin keamanan wisatawan.
Fokus pengamanan kali ini menyasar kawasan pesisir yang menjadi magnet utama pelancong, mulai dari Pantai Panjang, Pantai Jakat, hingga area sekitar Sport Center Kota Bengkulu.
Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardhana, menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya konkret untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut (Laka Laut) yang kerap mengintai saat musim liburan.
“Kami menyiagakan personel di sejumlah titik keramaian wisata. Fokus utama kami adalah mengantisipasi kondisi darurat, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan di kawasan pantai,” ujar I Made Ardhana, Rabu (11/3/2026).
Tidak hanya personel, BPBD juga mengerahkan armada tempur penyelamatan air (water rescue). Sejumlah peralatan medis dan evakuasi telah diposisikan di posko-posko strategis agar respon cepat (quick response) dapat dilakukan jika terjadi insiden.
Peralatan yang disiagakan meliputi:
- Perahu Karet (Rubber Boat): Untuk patroli dan evakuasi cepat di perairan.
- Perlengkapan Water Rescue: Pelampung, ring buoy, dan alat selam.
- Kendaraan Operasional: Unit mobil tangkas yang siap menembus kemacetan di area wisata.
“Peralatan water rescue dan kendaraan operasional sudah siap sedia. Jika terjadi keadaan darurat, tim bisa langsung melakukan proses evakuasi tanpa hambatan teknis,” tambahnya.
Imbauan Tegas: Patuhi Rambu Larangan Mandi
Selain kesiapan teknis, BPBD Kota Bengkulu juga terus berkoordinasi dengan instansi lintas sektoral guna memperkuat pengawasan di lapangan. Made mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang datang ke Kota Bengkulu untuk tidak abai terhadap aturan keselamatan.
Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah larangan berenang di titik-titik tertentu yang memiliki arus bawah laut yang kuat dan palung yang berbahaya.
“Kami minta wisatawan tetap waspada. Tolong patuhi rambu-rambu keselamatan yang ada. Jangan memaksakan diri berenang di area terlarang demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Dengan langkah sigap ini, diharapkan momentum Lebaran tahun 2026 di Kota Bengkulu dapat berjalan aman, nyaman, dan bebas dari insiden yang tidak diinginkan.
(ABD)













