MANNA, FAKTABENGKULU.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna terus menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan pada Senin pagi (20/7/2026).
Sinergi yang berlangsung di area Rutan Manna ini fokus pada perbaikan tata kelola lingkungan, mulai dari manajemen sampah hingga pemenuhan standar kesehatan bagi warga binaan dan petugas.
Fokus Utama Kerja Sama: Sertifikasi Air Bersih hingga Pengelolaan TPA
Ruang lingkup kerja sama antara Rutan Manna dan DLHK Bengkulu Selatan ini mencakup sejumlah poin krusial demi menjaga kualitas ekosistem di area rutan di Bumi Merah Putih ini, di antaranya:
- Pemeriksaan Baku Mutu Air: Rencana pengujian sampel air dari sumur galian guna mendapatkan sertifikasi kelayakan air bersih.
- Pengelolaan Limbah Berkelanjutan: Pendampingan teknis agar pembuangan limbah domestik sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku.
- Optimalisasi TPA Rutan: Dukungan penuh dari DLHK dalam pengangkutan dan penanganan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) internal rutan.
Komitmen Bersama untuk Lingkungan Pemasyarakatan yang Modern
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas respons cepat dan dukungan yang diberikan oleh DLHK Bengkulu Selatan. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari program akselerasi kementerian dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang modern dan berwawasan lingkungan.
“Kami berterima kasih atas dukungan kolaboratif dari DLHK Bengkulu Selatan. Kerja sama ini adalah wujud nyata kami untuk memastikan standar kesehatan lingkungan di Rutan Manna terpenuhi dengan baik, khususnya melalui sertifikasi air bersih dan penanganan limbah yang berkelanjutan,” ujar Hannibal.
Di sisi lain, Kepala DLHK Kabupaten Bengkulu Selatan, Erwin Muchsin, S.Sos., menegaskan kesiapan jajarannya untuk memberikan pendampingan teknis secara berkala.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Rutan Manna. DLHK siap menerjunkan tim teknis untuk membantu pengujian kualitas air serta memastikan pengangkutan sampah di TPA rutan berjalan optimal dan sesuai aturan,” jelas Erwin.
Tinjau Langsung Sumur Galian dan Area Sampah
Usai prosesi penandatanganan PKS resmi, kegiatan langsung dilanjutkan dengan kontrol lingkungan bersama di seluruh area Rutan Manna.
Tim gabungan dari kedua instansi meninjau langsung titik lokasi sumur galian yang akan dijadikan sampel uji klinis, memeriksa sistem pembuangan limbah, serta memetakan volume sampah di TPA rutan untuk segera dieksekusi dalam waktu dekat.
Melalui kolaborasi hijau ini, Rutan Manna diharapkan dapat menjadi salah satu institusi pemasyarakatan percontohan di Bumi Merah Putih yang sukses menerapkan green movement demi kenyamanan dan kesehatan seluruh penghuninya.
(ABD)













