BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Euforia perayaan Idul Fitri 1447 H di Kota Bengkulu menyisakan “oleh-oleh” yang kurang menyenangkan bagi kesehatan warga. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu melaporkan adanya lonjakan signifikan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan pencernaan sesaat setelah masa libur Lebaran 2026 berakhir.
Tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan pola makan yang “balas dendam” saat hari raya dituding menjadi pemicu utama fenomena ini.
Dominasi ISPA dan Gejala Menyerupai Campak
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengungkapkan bahwa tren kenaikan kasus ISPA sebenarnya sudah terpantau sejak sebelum lebaran dan terus merangkak naik hingga saat ini.
“ISPA menjadi penyakit yang paling mendominasi di berbagai fasilitas kesehatan pasca Lebaran. Namun yang perlu diwaspadai, kami menemukan beberapa kasus dengan gejala awal menyerupai campak, seperti demam tinggi yang disertai munculnya ruam pada kulit,” ujar Nelli saat dikonfirmasi pada Kamis, 2 April 2026.
Kondisi cuaca dan interaksi fisik yang intens antar warga selama silaturahmi disinyalir mempercepat transmisi virus penyebab gangguan pernapasan tersebut.
“Efek Samping” Kuliner Lebaran
Selain masalah pernapasan, urusan perut juga menjadi keluhan massal. Banyak warga yang mendatangi Puskesmas dengan keluhan gangguan pencernaan. Nelli menyebut hal ini sangat berkaitan erat dengan perubahan pola makan yang drastis.
“Penyakit pencernaan juga cukup banyak ditemukan. Ini efek dari konsumsi makanan bersantan, tinggi lemak, dan pedas secara berlebihan selama Lebaran, yang seringkali tidak terkontrol,” tambahnya.
Langkah Antisipasi dan Imbauan Dinkes
Menyikapi situasi ini, Dinkes Kota Bengkulu meminta masyarakat untuk tidak meremehkan sinyal yang diberikan oleh tubuh. Deteksi dini adalah kunci agar penyakit tidak berkembang menjadi kronis atau menular lebih luas.
Berikut adalah langkah yang disarankan Dinkes Kota Bengkulu:
- Segera ke Faskes: Jika mengalami batuk, pilek berkepanjangan, atau demam tinggi lebih dari 2 hari.
- Atur Ulang Pola Makan: Mulai kembali mengonsumsi serat (sayur dan buah) serta mengurangi makanan berminyak.
- Jaga Hidrasi: Pastikan asupan air putih cukup untuk membantu metabolisme tubuh.
- Istirahat Cukup: Mengembalikan stamina setelah kelelahan melakukan perjalanan mudik.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga daya tahan tubuh. Jika ada gejala yang tidak biasa, segera periksakan diri ke Puskesmas terdekat,” tutup Nelli.
(ABD)













