Menu

Mode Gelap
Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis! Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis! Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar UMKM Wajib Tahu! Ini Cara Pendaftaran Merek Dagang di Festival Tabut 2026, Cukup Bayar Rp500 Ribu

Headline

Memanas! Aliansi Mahasiswa Bengkulu Mengingat Geruduk kantor DPRD: Kecam Kriminalisasi Aktivis HAM dan pukul TNI KE BARAK 

badge-check


Memanas! Aliansi Mahasiswa Bengkulu Mengingat Geruduk kantor DPRD: Kecam Kriminalisasi Aktivis HAM dan pukul TNI KE BARAK  Perbesar

BENGKULU, faktabengkulu.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bengkulu MENGINGAT menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu pada Kamis siang (2/4/2026). Aksi ini merupakan buntut dari kekecewaan mendalam terhadap tindakan represif oknum aparat TNI serta perubahan regulasi yang dinilai mengancam demokrasi.

Massa yang berasal dari berbagai kampus besar—termasuk Universitas Bengkulu (UNIB), Universitas Prof. Dr. Hazairin (UNIHAZ), UIN Fatmawati Sukarno, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), dan Poltekkes Kemenkes Bengkulu—mulai memadati area gedung wakil rakyat sejak pukul 14.00 WIB.

Tuntutan Keadilan untuk Andrie Yunus

Aksi ini merupakan eskalasi dari gerakan simbolik yang sebelumnya digelar di depan Korem Bengkulu pada Rabu sore. Fokus utama massa adalah menuntut keadilan bagi Andrie Yunus, seorang aktivis HAM yang menjadi korban tindakan kriminal oleh oknum TNI.

Gubernur BEM FISIP UNIB 2026, Novanzah, dalam orasinya di atas mobil komando menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat kesewenang-wenangan yang menimpa pegiat kemanusiaan.

“Semakin ditekan, kami akan semakin melawan! Ini bukan hanya soal Andrie, tapi soal ancaman nyata bagi keselamatan rakyat sipil,” seru Novanzah di tengah riuhnya massa aksi.

Tolak Dominasi TNI di Ranah Sipil

Selain menuntut pengusutan kasus kekerasan, Aliansi Mahasiswa Bengkulu juga mendesak DPRD Provinsi Bengkulu untuk mengirimkan aspirasi penolakan terhadap Undang-Undang (UU) TNI ke pemerintah pusat. Mahasiswa menilai draf perubahan UU tersebut berpotensi mengembalikan dwi-fungsi TNI dan memperluas keterlibatan militer dalam ranah sipil yang seharusnya bersifat demokratis.

“Kami menuntut penegakan hukum yang transparan. Kami mengecam segala bentuk kebijakan yang mengancam nyawa rakyat dan mencederai semangat reformasi,” tambah Novanzah.

Ricuh: Saling Dorong dan Dugaan Pemukulan

Pantauan di lapangan, situasi sempat memanas saat massa mencoba mendekati pintu masuk Gedung DPRD. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian tidak terhindarkan.

Suasana semakin mencekam ketika terjadi pemukulan oleh oknum polisi terhadap peserta aksi. Insiden ini sontak memicu amarah massa yang membuat situasi di lokasi sempat tidak terkendali sebelum akhirnya koordinator lapangan mencoba menenangkan situasi.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Heboh Kemeriahan CFD HUT Bhayangkara ke-80 di Rejang Lebong, Ada SIM Keliling hingga Berobat Gratis!

21 Juni 2026 - 20:00 WIB

Sempat Tersendat Berbulan-bulan, DD dan ADD 2026 di Rejang Lebong Akhirnya Cair! Pemdes Diminta Ngebut

21 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dipicu Dendam Lama dan Tatapan Sengit, Petani di Binduriang Ditikam Saat Joget di Pesta Pernikahan

21 Juni 2026 - 19:48 WIB

Orang Tua Jangan Mau Dipungut Biaya! Dikbud Seluma Tegaskan SPMB 2026 Tingkat SD dan SMP Gratis Tis!

20 Juni 2026 - 19:10 WIB

Jeritan Pemilik RAM di Bengkulu Selatan: Antrean Pabrik Berhari-hari Bikin TBS Sawit Membusuk dan Rugi Besar

20 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi