BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena alam ekstrem yang mengancam wilayah Provinsi Bengkulu. Fenomena yang dijuluki sebagai “Gozila El Nino” ini diprediksi akan memicu kemarau panjang yang berlangsung hingga Juni 2026 mendatang.
Peringatan ini menjadi sinyal bagi masyarakat, terutama di kawasan perkotaan, untuk bersiap menghadapi penurunan curah hujan yang drastis serta lonjakan suhu udara yang signifikan.
Siklus Lima Tahunan yang Cukup Kuat
Kepala Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Tri Widiarto, mengungkapkan bahwa El Nino kali ini tergolong dalam kategori kuat. Berdasarkan pantauan data meteorologi, fenomena ini merupakan siklus lima tahunan yang memiliki dampak langsung pada pergeseran pola cuaca di Bumi Rafflesia.
“Fenomena Gozila El Nino ini menyebabkan curah hujan merosot tajam. Wilayah seperti Kota Bengkulu berpotensi besar mengalami dampak kemarau panjang mulai saat ini hingga puncaknya di bulan Mei atau Juni mendatang,” jelas Tri Widiarto, Jumat (3/4/2026).
Dampak Nyata: Krisis Air Bersih hingga Risiko Kebakaran
Pihak BMKG mengimbau warga untuk mulai melakukan langkah mitigasi mandiri. Penurunan intensitas hujan tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran lahan dan gangguan pada sektor pertanian.
Ada beberapa poin penting yang ditekankan BMKG sebagai langkah antisipasi:
- Hemat Air: Mulai bijak dalam penggunaan air bersih untuk cadangan selama masa kekeringan.
- Waspada Karhutla: Hindari membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat suhu panas ekstrem mempermudah penyebaran api.
- Kesehatan: Menjaga hidrasi tubuh karena paparan suhu udara yang lebih tinggi dari biasanya.
Daerah Pegunungan Relatif Lebih Aman
Meskipun ancaman kekeringan menghantui sebagian besar wilayah, BMKG mencatat adanya variasi dampak berdasarkan letak geografis. Daerah di zona pegunungan seperti Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong diprediksi akan lebih stabil.
“Kondisi geografis pegunungan mendukung curah hujan yang lebih konsisten. Jadi, dampak ekstrem dari Gozila El Nino di daerah-daerah tersebut tidak akan sedahsyat di wilayah pesisir atau perkotaan,” tambah Tri.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk memastikan distribusi air bersih dan kesiapan pemadam kebakaran tetap optimal selama periode kemarau panjang ini.
(ABD)













