FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU — Peluncuran buku inovatif bertajuk “Ekosistem City Branding Partisipatif: Orkestrasi Potensi Wisata, Budaya dan Lanscape Digital Kota Bengkulu” di Gedung Merah Putih baru-baru ini sukses menarik perhatian publik dan mendapat apresiasi tinggi dari Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Buku ini merupakan karya kreatif yang digagas oleh mahasiswa Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu (UNIB) angkatan ke-16 melalui mata kuliah Media dan Manajemen Pencitraan.
Dalam sambutannya saat menghadiri peluncuran buku “Ekosistem City Branding Partisipatif: Orkestrasi Potensi Wisata, Budaya dan Lanscape Digital Kota Bengkulu”, Dedy menilai karya ini sangat strategis untuk memperkuat citra dan identitas kota di kancah nasional maupun internasional, khususnya demi kemajuan Bumi Merah Putih tercinta. Ia mengusulkan agar gagasan cemerlang di dalam buku tersebut segera ditindaklanjuti melalui kolaborasi resmi antara Pemkot Bengkulu dan FISIP UNIB.
”Intinya kami butuh ide dan gagasan karena gudangnya ide itu ada di kampus, sementara untuk kegiatan yang aplikatif itu adanya di pemerintah kota,” ujar Dedy.
Sinergi Kampus dan Pemerintah Dongkrak Ekonomi Lokal
Melalui bedah gagasan dalam buku “Ekosistem City Branding Partisipatif: Orkestrasi Potensi Wisata, Budaya dan Lanscape Digital Kota Bengkulu”, strategi branding yang kuat dinilai sangat mendesak untuk menarik minat wisatawan serta masyarakat luar daerah agar berkunjung ke Bumi Merah Putih. Lonjakan kunjungan ini diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara signifikan.
”Kalau orang datang ke Kota Bengkulu, kota ini akan ramai, dia akan menginap, dia akan belanja dan memajukan ekonomi kita,” tambahnya.
Dedy menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan, di mana kampus berperan sebagai konseptor, sementara pemerintah bertindak sebagai eksekutor program nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Mantan jurnalis ini juga berharap langkah progresif mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNIB melalui penerbitan buku “Ekosistem City Branding Partisipatif: Orkestrasi Potensi Wisata, Budaya dan Lanscape Digital Kota Bengkulu” ini dapat menjadi pemantik inspirasi bagi prodi lain untuk turut membangun Bumi Merah Putih.
”Kalau semua prodi seperti ini, kita akan banyak menghasilkan karya ilmiah dan juga gagasan tentang bagaimana membangun Kota Bengkulu,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB ini turut dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda Kota Bengkulu, Kepala OPD, akademisi, perwakilan komunitas kreatif, serta media massa. Momentum kehadiran buku “Ekosistem City Branding Partisipatif: Orkestrasi Potensi Wisata, Budaya dan Lanscape Digital Kota Bengkulu” ini diharapkan semakin memperkokoh kemitraan strategis demi mengorkestrasi potensi wisata, kekayaan budaya, dan ekosistem digital untuk kemajuan city branding Bumi Merah Putih ke depan.
(ABD)

















