FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU -Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan dan menekan laju inflasi daerah. Dukungan nyata ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional bersama LPP TVRI Stasiun Bengkulu.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor TVRI Bengkulu ini diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus hari jadi ke-64 TVRI. Kehadiran program pasar murah tersebut disambut antusias oleh warga yang memadati lokasi sejak pagi demi mendapatkan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di bawah pasaran.
Sejumlah komoditas strategis yang dijajakan meliputi beras SPHP seharga Rp58.000 per 5 kg, beras premium Rp152.000 per 10 kg, minyak goreng Minyakita Rp15.500 per liter, hingga bawang merah dan putih yang dibanderol Rp28.000 per kilogram. Selain itu, tersedia pula telur ayam ras seharga Rp48.000 per karpet serta daging ayam ras Rp45.000 per kilogram.
Wagub Mian mengungkapkan bahwa sinergi lintas instansi ini sangat krusial, terutama di tengah tantangan iklim seperti fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi produktivitas sektor pertanian. Melalui kolaborasi bersama Bulog, Bapanas, Bank Indonesia, serta unsur Forkopimda, Pemprov berupaya memastikan rantai distribusi pangan di Bumi Merah Putih tetap lancar dan daya beli masyarakat terlindungi.
Kepala TVRI Stasiun Bengkulu, Fonda Rafael, menambahkan bahwa keterlibatan lembaga penyiaran publik ini tidak hanya berfokus pada penyebaran informasi, tetapi juga ikut ambil bagian dalam meringankan beban ekonomi publik sekaligus mengedukasi warga agar terhindar dari aksi panic buying.
Ke depan, pemerintah daerah berharap program intervensi pasar seperti GPM dapat terus berlanjut secara berkala dan menjangkau lebih banyak wilayah terpencil, sehingga kestabilan harga bahan pokok di Bumi Merah Putih senantiasa terjaga secara berkesinambungan.
(ABD)

















