BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, memberikan suntikan motivasi luar biasa bagi generasi muda Bengkulu. Dalam sebuah pertemuan hangat di Bengkulu, Selasa (17/2/2026), tokoh nasional asal Bengkulu ini mengajak para pemuda untuk membuang jauh-jauh “mental inferior” atau rasa rendah diri di hadapan bangsa asing.
Sultan menegaskan bahwa hambatan terbesar kemajuan anak muda Indonesia saat ini bukanlah kurangnya skill, melainkan pola pikir warisan kolonial yang merasa diri lebih rendah dari orang luar negeri.
“Masih ada sisa-sisa budaya kolonial yang melekat, di mana anak muda kita merasa inferior. Padahal, saya sudah membuktikan sendiri di kancah internasional bahwa kita mampu bersaing,” ujar Sultan saat berbicara dalam acara Dialog Green Demokrasi Indonesia bersama Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia dan Generasi Z Bengkulu.
Menurutnya, melihat orang asing atau “bule” sebagai sosok yang lebih unggul adalah kekeliruan besar. Berdasarkan pengalamannya berinteraksi dengan berbagai pemimpin dan pemuda global, Sultan menilai anak muda Indonesia justru memiliki keunggulan komparatif dalam hal adaptasi dan keceriaan.
Sultan berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan hidupnya. Sebagai putra daerah asli Bengkulu yang menempuh pendidikan di sekolah lokal dan lahir di pedesaan, ia berhasil menembus barisan elite politik nasional hingga jejaring internasional.
“Saya orang Bengkulu, sekolah di sini, tapi mampu berinteraksi dengan lembaga-lembaga di seluruh belahan dunia. Jika saya bisa, kalian tentu harus bisa lebih dari itu,” tegasnya yang disambut antusias oleh para peserta Gen Z.
Dalam dunia yang kini tanpa batas akibat digitalisasi, Sultan mengingatkan bahwa peluang terbuka lebar bagi siapa saja. Namun, ia menekankan dua kunci utama: Kepercayaan diri dan Perencanaan matang.
Berikut adalah poin penting “Roadmap Sukses” yang dibagikan Sultan B. Najamudin:
- Buang Mentalitas Korban: Jangan merasa kecil karena latar belakang daerah.
- Rancang Masa Depan: Kesuksesan tidak datang dari sekadar “mengalir seperti air”, melainkan harus didesain secara sengaja.
- Siap Membayar Harga: Tidak ada prestasi instan. Kerja keras, kelelahan, dan kedisiplinan adalah “harga” yang harus dibayar untuk mencapai tujuan.
Menutup dialog tersebut, Sultan optimis bahwa dengan mentalitas yang tangguh dan desain karier yang jelas, anak muda Bengkulu akan tampil sebagai pemain utama, bukan sekadar penonton di kancah internasional.
“Dunia sudah terkoneksi secara digital. Jangan jadikan asal-usul sebagai penghalang. Jadilah pemain utama di level global,” pungkasnya.
(ABD)










