FAKTABENGKULU.COM, KOTA BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu bersama Bunda PAUD Kota Bengkulu mengambil langkah strategis guna mempercepat pemenuhan layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Komitmen ini diwujudkan melalui Rapat Pembahasan Dokumen Kerja Sama Lintas Sektor yang digelar di Ruang Monitoring Center Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Kamis (29/10/2026).
Langkah progresif ini difokuskan untuk mengukur capaian layanan melalui delapan indikator kebutuhan esensial anak. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu, Ilham Putra, menjelaskan bahwa delapan indikator esensial tersebut mencakup kelas orang tua, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta koordinasi intensif dengan unit layanan gizi dan kesehatan. Selain itu, program ini juga berfokus pada penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberian makanan tambahan atau makanan bergizi secara berkala, kepemilikan NIK anak, hingga ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih.
“Sebagian besar indikator tersebut berada di luar kewenangan satuan PAUD. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektoral yang dituangkan dalam dokumen resmi (MoU) untuk memetakan peran dan tanggung jawab setiap pihak,” ujar Ilham Putra.
Kolaborasi Nyata Antar-OPD untuk Bumi Merah Putih
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Bengkulu, Ny. Dian Fitriani Wahyudi, menegaskan pentingnya kolaborasi nyata dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait demi mewujudkan generasi masa depan di Bumi Merah Putih yang sehat dan cerdas. Ia menekankan bahwa pengembangan PAUD HI tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Pendidikan semata.
“Kalau selama ini PAUD itu hanya di Diknas saja, tapi sekarang sudah ada 8 indikator yang mendukung di bidang PAUD. Satuan PAUD itu tidak bisa kalau hanya sendiri, makanya kami di sini minta tolong dengan bantuan dari OPD yang lainnya. Terima kasih banyak atas kehadirannya dan dukungannya kepada kami di sini,” ungkap Dian Fitriani.
Dalam arahannya, Dian turut menitipkan empat poin penting agar dokumen kerja sama yang dibahas tidak sekadar menjadi seremoni di atas kertas. Poin tersebut meliputi:
Kejelasan peran dan tanggung jawab dari masing-masing OPD (seperti DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, dan Dinas PUPR).
- Penyusunan program yang terukur dan dapat dipantau.
- Dukungan anggaran yang pasti dari tiap instansi.
- Komitmen untuk melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.
“Saya berharap dokumen ini tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi benar-benar dapat kita jalankan,” tambahnya.
Rapat penting ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat strategis, di antaranya Kepala Dinas PUPR Noprisman, Kepala Disdukcapil Widodo, Kepala Dinas Kesehatan Nelli Hartati, Sekretaris Dinas Kominfo Afri Candriani, perwakilan Satpol PP, perwakilan DP3AP2KB, perwakilan Dinas Pangan dan Pertanian, serta jajaran pengurus PP PAUD, IGTKI, Himpaudi, pengawas, dan penilik TK/PAUD se-Kota Bengkulu.
Melalui kesepakatan komitmen lintas sektoral ini, Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan seluruh indikator PAUD HI dapat terpenuhi secara menyeluruh dan terintegrasi pada tahun 2027 mendatang.
(ABD)

















