FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Wilayah Bengkulu secara resmi menggelar audiensi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu pada Kamis, 10 September 2026 pukul 11.00 WIB bertempat di Kantor BNNP Bengkulu.
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Kombes Pol. Alexander Samuel Soeki, S.Sos., M.H., yang didampingi jajaran internal BNN. Sementara dari pihak organisasi Perkumpulan Gerakan Kebangsaan hadir Ketua Umum PGK Wilayah Bengkulu Hendri Satrio, Sekretaris Wilayah Diun dan Wezzy selaku Bendahara, serta perwakilan panitia pelaksana kegiatan Kemah Pemuda di bawah naungan PGK.
Audiensi ini fokus membahas arah sinergi Kegiatan terkait peningkatan kebermanfaatan serta optimalisasi peran aktif pemuda. Langkah ini bertujuan mengkampanyekan bahaya laten narkotika sebagai ancaman nyata bagi masa depan generasi muda dan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Bumi Merah Putih. Sinergi konkret dalam upaya pencegahan ini rencananya juga akan diimplementasikan secara langsung pada rangkaian kegiatan Kemah Pemuda yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.
Ketua Umum PGK Wilayah Bengkulu, Hendri Satrio, menegaskan bahwa audiensi tersebut merupakan wujud kolaborasi nyata dalam upaya memperkuat benteng pertahanan pemuda dan masyarakat dari jerat penyalahgunaan barang haram di lingkungan Bumi Merah Putih.
”Audiensi ini adalah bentuk kerja sama dan kolaborasi nyata dalam penguatan kita bersama dalam menjaga pemuda dan rakyat Bengkulu untuk melakukan penguatan terhadap pencegahan dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Bumi Merah Putih,” ujar Hendri.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BNNP Bengkulu, Kombes. Pol. Alexander, S.I.K., M.H., menyambut baik dan hangat kunjungan jajaran pengurus PGK Wilayah Bengkulu. Pihaknya menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dalam memperkuat lini pencegahan penyalahgunaan narkotika di tingkat daerah.
”Terima kasih dan apresiasi karena sudah membantu dan memberikan inisiatif baik dalam penguatan pencegahan dan penyalahgunaan narkotika. Tentu kami sangat mendukung, kami akan menyampaikan dan mensosialisasikan bentuk-bentuk upaya kita. Tentunya kami dari BNN tidak bisa sendiri, kami juga butuh beberapa pihak yang membantu selain dari forum yang sudah BNN bentuk seperti PUPAN (Pemuda Pemudi Anti Narkoba) serta kelompok-kelompok Pemuda lainnya yang turut membantu dalam proses penguatan pencegahan dan penyalahgunaan narkotika di Provinsi Bengkulu,” ungkap Kombes. Pol. Alexander.
Melalui kerja sama strategis ini, termasuk momentum pelaksanaan Kemah Pemuda pada Oktober nanti, kedua belah pihak berharap gerakan sosialisasi bahaya narkoba ke depan dapat berjalan lebih masif, terarah, serta memberikan dampak edukasi yang efektif bagi seluruh elemen masyarakat di Bumi Merah Putih.
(ABD)

















