FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU — Pemerintah Kota Bengkulu mengambil langkah cepat dalam merespons dinamika cuaca ekstrim serta potensi bencana alam yang kian mengancam wilayah setempat. Langkah taktis ini dibahas dalam Rapat Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang mengusung tema “Sinergi Lintas Sektor dalam Upaya Penguatan Mitigasi Risiko Dampak Bencana di Wilayah Kota Bengkulu”, bertempat di Grage Hotel Bengkulu.
Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh jajaran Forkopimda lengkap, mulai dari Ketua DPRD Kota Bengkulu, Kapolresta Bengkulu, Dandim 0407/Bengkulu, hingga jajaran Kepala Dinas, Camat, hingga lurah se-Kota Bengkulu.
Fokus Utama: Krisis Air Bersih hingga Karhutla
Dalam arahannya, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menekankan pentingnya respon cepat serta kekompakan seluruh instansi pemerintah bersama aparat keamanan dalam memetakan serta mengatasi dampak fenomena iklim yang terjadi belakangan ini.
”Ini merespon tentang kejadian terakhir, yang pertama karhutla, yang kedua erupsi Anak Krakatau, yang ketiga kemarau ini belum menampakkan tanda-tanda akan hujan dan sudah beberapa lokasi yang kekeringan,” tegas Dedy.
Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan utama dalam rapat tersebut meliputi:
- Krisis Air Bersih: Penurunan debit air sungai dan mengeringnya sumur dangkal warga membuat jaringan PDAM tidak beroperasi optimal, terutama di Kecamatan Muara Bangkahulu. Pemkot langsung menginstruksikan Perumda Tirta Hidayah bersama BPBD untuk menyiagakan armada distribusi air bersih 24 jam.
- Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Menyusul insiden kebakaran lahan seluas hampir satu hektar di kawasan Bentiring serta fasilitas umum lainnya, Walikota meminta camat dan lurah untuk menggalakkan imbauan agar warga tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau.
- Sebaran Abu Vulkanik: Mengantisipasi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa arah angin, Dinas Kesehatan dan BPBD diinstruksikan segera menyiapkan stok masker medis guna mencegah risiko kerusakan paru-paru warga akibat partikel mikroroskopis tajam.
- Stabilitas Pangan: Dinas Pangan dan Dinas Perikanan diminta terus memantau ketersediaan bahan pokok dan hasil tangkapan nelayan akibat cuaca laut yang tidak menentu, serta bersiap menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) jika terjadi lonjakan harga.
Sinergi hingga Tingkat Akar Rumput
Guna memastikan seluruh instruksi berjalan lancar, Pemkot Bengkulu memperkuat kolaborasi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petugas Prabawa di setiap kelurahan untuk deteksi dini dan penanganan awal darurat. Selain itu, para camat diinstruksikan segera mengumpulkan seluruh lurah dan ketua RT untuk meneruskan arahan teknis penanggulangan bencana dari Forkopimda.
Melalui sinergi lintas sektor yang solid di Bumi Merah Putih, Walikota optimis seluruh potensi ancaman bencana dapat dimitigasi secara efektif demi melindungi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
(ABD)

















