FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU — Komitmen memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat terus digelorakan di Bumi Merah Putih. Langkah nyata ini kembali dibuktikan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kota Bengkulu yang secara rutin menghadirkan layanan perpustakaan keliling (pusling) langsung ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Kepala Disarpustaka Kota Bengkulu, Mukhlis, mengungkapkan bahwa program jemput bola ini dirancang khusus menyasar Lapas Perempuan serta Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA). Langkah strategis tersebut diambil guna memastikan hak warga binaan untuk memperoleh informasi, ilmu pengetahuan, serta ruang pengembangan diri tetap terpenuhi tanpa terkecuali.
”Melalui pusling, kami berupaya meningkatkan angka minat baca bagi seluruh masyarakat di Kota Bengkulu. Layanan ini kami bagi menjadi dua kategori, yakni indoor dan outdoor. Untuk luar ruangan, kami menyasar Lapas Perempuan dan Anak, sekolah-sekolah, hingga berbagai komunitas,” ujar Mukhlis, Minggu (9/8/2026).
Ragam Buku Pilihan dan Jadwal Fleksibel
Guna merangsang minat baca di balik jeruji besi, armada pusling memboyong berbagai koleksi bacaan berkualitas. Mulai dari buku pelajaran akademik, panduan keterampilan praktis, literatur keagamaan, hingga novel fiksi disiapkan untuk menemani hari-hari para warga binaan.
Menurut Mukhlis, kehadiran buku-buku tersebut diharapkan mampu menjadi jendela dunia baru bagi warga binaan agar tetap produktif dan kreatif. Pelayanan pusling di lingkungan pemasyarakatan ini dijadwalkan hadir secara berkala setiap dua bulan sekali, menyesuaikan dengan kebutuhan serta permintaan di lapangan.
Layanan Akhir Pekan di Pendopo Merah Putih
Selain menyambangi fasilitas pemasyarakatan, Disarpustaka Kota Bengkulu juga memfokuskan pelayanan publik melalui dua unit mobil pusling yang standby di kawasan Pendopo Merah Putih setiap akhir pekan.
Setiap armada keliling dibekali sekitar 1.000 buku dengan variasi judul dan kategori yang kaya. Strategi penempatan armada pada hari Sabtu dan Minggu ini terbukti efektif, mengingat tingkat kunjungan warga di kawasan tersebut kerap membludak hingga menembus angka ratusan pengunjung setiap harinya.
Melalui sinergi program inklusif ini, pemerintah optimis budaya literasi di Bumi Merah Putih akan terus tumbuh subur, merata, dan menyentuh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
(ABD)













