FAKTABENGKULU.COM, MUKOMUKO – Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Hingga Agustus 2026, program bedah rumah di wilayah berjuluk Bumi Merah Putih ini telah sukses menyasar sebanyak 550 unit rumah tidak layak huni milik warga berpenghasilan rendah. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Mukomuko, Suryanto, M.Si., mengungkapkan bahwa jumlah penerima ini mengalami penambahan signifikan setelah pemerintah daerah mendapatkan alokasi kuota tambahan sebanyak 50 unit.
”Saat ini total penerima bedah rumah di Mukomuko sudah 550 unit,” kata Suryanto, Minggu, 9 Agustus 2026.
Rincian Penyaluran dan Bantuan Rp20 Juta per Penerima
Program stimulan perumahan ini disalurkan secara bertahap untuk memastikan pemerataan. Pada tahap pertama, bantuan menyasar 200 unit rumah, yang kemudian dilanjutkan pada tahap kedua sebanyak 300 unit. Dengan adanya tambahan alokasi terbaru sebanyak 50 unit, total akumulasi penerima manfaat kini genap mencapai 550 unit rumah. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan alokasi dana bantuan sebesar Rp20 juta. Namun, Suryanto menegaskan bahwa dana tersebut tidak diserahkan dalam bentuk uang tunai kepada warga.
”Dana digunakan khusus untuk membeli material bangunan yang diperlukan dalam proses perbaikan rumah. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk meningkatkan kondisi rumah penerima,” tegasnya.
Gotong Royong dan Sistem Swadaya Tekan Biaya
Dalam hal pengerjaan fisik, Pemkab Mukomuko menerapkan sistem swadaya murni tanpa melibatkan pihak ketiga atau kontraktor. Proses pembangunan dikerjakan langsung secara gotong royong oleh pemilik rumah bersama warga sekitar.
Pola ini dinilai memberikan dampak ganda yang positif. Selain membuat anggaran pembangunan jauh lebih efisien, sistem swadaya juga kembali menghidupkan tradisi kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat Bumi Merah Putih. Proses renovasi pun dapat berjalan lebih cepat karena keterlibatan aktif warga setempat.
Seleksi Ketat dan Target Tambahan Kuota
Meskipun ratusan rumah telah selesai diperbaiki, tantangan besar masih dihadapi Pemkab Mukomuko mengingat tingginya usulan dari masyarakat yang belum terakomodasi akibat keterbatasan kuota anggaran.
Oleh karena itu, pemerintah menerapkan mekanisme seleksi yang sangat ketat. Skala prioritas diberikan secara mutlak kepada warga yang memiliki kondisi rumah dengan tingkat kerusakan paling parah serta dinilai paling mendesak untuk segera mendapatkan hunian yang layak, aman, dan sehat.
Ke depan, Pemkab Mukomuko memastikan tidak akan berhenti pada angka 550 unit. Upaya strategis terus digencarkan untuk mengejar tambahan kuota melalui usulan resmi ke pemerintah pusat, sekaligus memasukkannya ke dalam perencanaan program tahun anggaran berikutnya.
”Kami akan terus mengupayakan penambahan kuota supaya bantuan bisa menjangkau lebih banyak warga,” pungkas Suryanto.
(ABD)













