BENGKULU, faktabengkulu.com – Memasuki pekan pertama Ramadan 1447 H, aktivitas pendidikan di Kota Bengkulu kembali berdenyut. Per hari ini, Senin (23/2/2026), seluruh siswa SD dan SMP di wilayah Kota Bengkulu resmi kembali ke bangku sekolah setelah libur awal Ramadan.
Namun, ada yang berbeda dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) kali ini. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memberlakukan kebijakan khusus guna memastikan para siswa tetap bugar dan fokus beribadah.
Plt. Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menjelaskan bahwa pengurangan durasi jam pelajaran menjadi langkah strategis agar stamina siswa tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.
“Waktu pembelajaran kita kurangi. Tujuannya jelas, agar siswa tidak cepat lelah namun tetap mendapatkan hak pendidikannya secara optimal,” ujar Ilham kepada media, Senin (23/2).
Berikut adalah rincian penyesuaian jam belajar di Kota Bengkulu selama Ramadan:
- Jenjang SD: Dari 35 menit menjadi 25 menit per mata pelajaran.
- Jenjang SMP: Dari 45 menit menjadi 35 menit per mata pelajaran.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga ritme konsentrasi siswa tanpa harus membebani fisik mereka secara berlebihan di tengah cuaca yang cukup terik.
Inovasi Program MBG: Menu Kering untuk Berbuka
Salah satu hal yang paling disorot adalah keberlanjutan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski siswa sedang berpuasa, Pemkot Bengkulu memastikan hak gizi pelajar tidak terhenti.
Mekanisme pembagian MBG mengalami transformasi selama bulan suci. Jika biasanya siswa makan bersama di sekolah, kini menunya disesuaikan agar bisa dibawa pulang ke rumah.
“Program MBG tetap jalan, tapi formatnya kita ubah menjadi makanan kering atau take-away. Isinya seperti kurma, buah-buahan, atau asupan bergizi lainnya yang tahan lama untuk dijadikan menu berbuka puasa,” tambah Ilham.
Langkah proaktif Pemkot Bengkulu ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Dengan memangkas waktu belajar dan menyesuaikan distribusi makanan bergizi, sekolah tidak lagi menjadi beban fisik bagi anak-anak yang sedang belajar berpuasa.
Pemerintah berharap, melalui kebijakan ini, kualitas pendidikan di Kota Bengkulu tetap terjaga tanpa mengurangi kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan rukun Islam yang ketiga.
(ABD)










