Menu

Mode Gelap
Satpol PP Kota Bengkulu “Sikat” PKL dan Bangunan Liar di Kawasan KZ Abidin, Tak Ada Lagi Negosiasi! Geger! Sopir Truk Ditemukan Tewas Tak Wajar di Perumahan Medan Jaya Residence Bengkulu Kawasan Balai Buntar: Bakal Jadi Pusat Kuliner Ikonik, Kuota Pedagang Dibatasi 150 Lapak Jurusan Administrasi Publik FISIP UNIB dan DPD IAPA Bengkulu Sukses Gelar Kuliah Umum serta Pelantikan Pengurus Dukung Inovasi Mahasiswa, FISIP UNIB Bekali Strategi Jitu Penyusunan Proposal PKM 2026 Kabar Baik! 4 Warga Kota Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Segera Pulang, Pemprov dan Baznas Tanggung Biaya

Headline

Polemik Relokasi Pasar Panorama Bengkulu: Pedagang Keluhkan Kondisi Lapak Dalam yang Sepi dan Sempit

badge-check


					Polemik Relokasi Pasar Panorama Bengkulu: Pedagang Keluhkan Kondisi Lapak Dalam yang Sepi dan Sempit Perbesar

BENGKULU – Rencana Pemerintah Kota Bengkulu untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari badan jalan ke dalam area Pasar Panorama menghadapi hambatan. Hingga Kamis (25/12/2025), sejumlah pedagang menyatakan keberatannya karena menilai fasilitas di dalam pasar belum memadai untuk menunjang usaha mereka.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa alasan utama yang memicu penolakan para pedagang antara lain:

1. Penurunan Omzet dan Masalah Parkir

Salah seorang pedagang sayur, WI (45), mengungkapkan bahwa berjualan di dalam pasar justru membuat dagangannya tidak laku. Menurutnya, konsumen enggan masuk ke area dalam karena keberatan dengan biaya parkir tambahan. Ia menceritakan pengalaman pahitnya saat mencoba bertahan di dalam pasar selama dua minggu, di mana stok buah-buahannya habis membusuk karena sepinya pembeli.

2. Keterbatasan dan Status Kepemilikan Lapak

Kondisi fisik lapak di dalam pasar juga dikeluhkan karena ukurannya yang dianggap terlalu kecil. Selain itu, muncul persoalan administrasi di mana sebagian besar lapak sudah dimiliki oleh pihak lain. Hal ini memaksa pedagang baru untuk menyewa dari pemilik lapak dengan biaya yang cukup tinggi, berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.

3. Kurangnya Sosialisasi dan Fasilitas Layak

Pedagang lainnya, Iis (35), menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada sosialisasi yang jelas mengenai titik relokasi yang disediakan pemerintah. Ia menekankan bahwa pada dasarnya pedagang bersedia pindah asalkan pemerintah menyediakan tempat yang layak, terjangkau secara biaya, dan dilakukan secara serentak tanpa tebang pilih.

“Kalau memang dipindahkan ke dalam, pindahkan semua agar adil,” tegas WI di sela-sela kegiatannya berjualan di badan jalan.

Harapan Para pedagang berharap kebijakan penataan pasar ini dibarengi dengan solusi nyata, seperti penyediaan lapak yang memadai dan biaya sewa yang sesuai dengan kemampuan pedagang kecil. Mereka khawatir jika relokasi dilakukan tanpa persiapan matang, kebijakan tersebut justru akan mematikan sumber penghidupan mereka.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satpol PP Kota Bengkulu “Sikat” PKL dan Bangunan Liar di Kawasan KZ Abidin, Tak Ada Lagi Negosiasi!

3 Februari 2026 - 21:59 WIB

Geger! Sopir Truk Ditemukan Tewas Tak Wajar di Perumahan Medan Jaya Residence Bengkulu

3 Februari 2026 - 21:55 WIB

Kawasan Balai Buntar: Bakal Jadi Pusat Kuliner Ikonik, Kuota Pedagang Dibatasi 150 Lapak

3 Februari 2026 - 21:51 WIB

Jurusan Administrasi Publik FISIP UNIB dan DPD IAPA Bengkulu Sukses Gelar Kuliah Umum serta Pelantikan Pengurus

3 Februari 2026 - 07:49 WIB

Dukung Inovasi Mahasiswa, FISIP UNIB Bekali Strategi Jitu Penyusunan Proposal PKM 2026

2 Februari 2026 - 20:01 WIB

Trending di Headline