FAKTABENGKULU.COM, MUKOMUKO — Kobaran api meluluhlantakkan Pasar Tradisional Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada Minggu dini hari (16/8/2026). Peristiwa yang terjadi tepat pukul 00.05 WIB tersebut menghanguskan dua bangunan permanen milik pemerintah desa beserta seluruh isi di dalamnya.
Insiden nahas ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi lokal. Sebanyak delapan petak los pedagang ludes terbakar bersama barang dagangan yang berada di dalam bangunan tersebut.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Ipuh yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju titik lokasi. Proses pemadaman juga diperkuat oleh dukungan satu unit mobil Water Canon milik Korps Brimob, sehingga api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke area bangunan lain di sekitar kawasan pasar.
Dugaan Awal dan Penanganan Kepolisian
Kapolsek Ipuh, AKP Hardiansyah, S.H., mengungkapkan bahwa dugaan sementara pemicu insiden kebakaran ini berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Kendati demikian, pihak kepolisian belum menetapkan kesimpulan final karena proses penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Hardiansyah mengimbau para pedagang dan pengelola pasar agar lebih disiplin memeriksa instalasi listrik secara berkala. Ia juga mengingatkan pentingnya memutus aliran listrik ketika area pasar sudah tutup.
”Harapan kami semua pihak rajin memeriksa instalasi listrik. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah musibah serupa terulang kembali,” ujar Hardiansyah.
Pendataan Korban dan Estimasi Kerugian
Dampak kerugian material dari musibah kebakaran di wilayah Bumi Merah Putih ini ditaksir menyentuh angka Rp1,5 miliar, mencakup kerusakan fisik bangunan permanen serta kerugian barang dagangan milik para pedagang.
Camat Ipuh, Sepradanur, yang turun langsung meninjau lokasi kejadian, langsung menginstruksikan pemerintah desa agar mempercepat proses pendataan korban terdampak. Data akurat ini nantinya akan menjadi acuan resmi untuk mengusulkan penyaluran bantuan kepada pemerintah daerah.
“Data ini akan kami teruskan ke Bupati sebagai dasar untuk mengupayakan bentuk bantuan berikutnya,” tegas Sepradanur.
Sementara itu, Kepala Desa Pulai Payung, Musttarudin, S.E., menyampaikan bahwa pendataan awal telah mencatat setidaknya lima pedagang mengalami kerugian besar hingga ratusan juta rupiah. Berikut rincian sementara data pedagang terdampak:
Parlindungan Nababan alias Sihombing: Rp600 juta
- Dasrizal alias Ide: Rp230 juta
- Donal Simamora: Rp100 juta
- Doni Irwansyah alias Doni: Rp100 juta
- Pinta Sari Simarmata: Rp70 juta
Aparat gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mengamankan area pasar sambil merampungkan proses investigasi lanjutan. Pemerintah setempat berharap para korban yang terdampak dapat segera mendapatkanuluran tangan dan pemulihan pasca-bencana.
(ABD)













