BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Geliat olahraga bulutangkis nasional berpusat di Bumi Merah Putih. Sebanyak 462 pebulutangkis muda dari 124 klub yang mewakili 14 provinsi di Indonesia tumpah ruah ambil bagian dalam ajang bergengsi Hydro Plus Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bengkulu 2026.
Ajang unjuk bakat tingkat nasional ini dijadwalkan bergulir pada 17 hingga 22 Agustus 2026, mempertandingkan total 11 nomor dari tiga kategori berbeda, mulai dari tunggal usia dini, anak-anak, pemula, ganda anak-anak, hingga ganda pemula campuran.
Antusiasme peserta dari berbagai penjuru tanah air tampak sangat tinggi. Tercatat, kontingen terjauh datang dari Pulau Kalimantan, sementara tuan rumah Bumi Merah Putih mengerahkan kekuatan terbesar dengan menurunkan total 87 atlet terbaiknya. Tak tanggung-tanggung, total hadiah fantastis senilai Rp167 juta diperebutkan dalam turnamen prestisius ini.
Ketua Umum Pengprov PBSI Provinsi Bumi Merah Putih, Suharto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pengurus Pusat (PP) PBSI atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Ia bahkan optimistis kesuksesan gelaran Sirnas B ini akan menjadi batu loncatan bagi Bengkulu untuk membidik level yang lebih tinggi di masa depan.
”Kita berterima kasih kepada PP PBSI yang telah mempercayai Bumi Merah Putih sebagai tuan rumah. Kedepan jika ini sukses kita akan meminta ke PP PBSI turnamen level tinggi lagi, yakni Sirkuit A,” ujar Suharto.
Geliat Ekonomi Lokal dan Promosi Daerah
Selain menjadi kawah candradimuka bagi prestasi atlet muda, momentum kejuaraan nasional ini diyakini membawa dampak domino yang positif bagi sektor riil di daerah. Ratusan atlet, pelatih, hingga ofisial yang hadir dipastikan menggerakkan roda perekonomian lokal.
”Event olahraga level nasional ini memiliki banyak manfaat bagi daerah. Terutama roda perekonomian pasti berputar karena ada ratusan atlet dan ofisial. Hotel-hotel akan penuh, UMKM juga bergeliat, termasuk transportasi,” tambahnya.
Bukan hanya soal ekonomi, ajang ini sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif. Para pendatang dari luar daerah dapat langsung mengenal ragam potensi dan keindahan alam yang dimiliki Bumi Merah Putih. Dari segi infrastruktur, Suharto memastikan seluruh fasilitas lapangan telah siap dan memenuhi standar turnamen bulutangkis nasional.
Kebanggaan ini semakin lengkap mengingat Bumi Merah Putih terakhir kali dipercaya menjadi tuan rumah sirkuit nasional pada tahun 2012 silam. Kembalinya ajang bergengsi ini pada 2026 menjadi prestasi tersendiri bagi Pengprov PBSI setempat. Pada ajang tahun ini, kontingen tuan rumah mematok target minimal mampu menembus babak semifinal. Di sisi lain, proses percepatan pembangunan gedung bulutangkis baru di daerah ini juga terus digenjot agar kelak bisa menjadi pusat latihan mandiri.
Penjaringan Bibit Atlet Nasional oleh PP PBSI
Sementara itu, Plt Kabid Turnamen PP PBSI, Wahyana, menegaskan bahwa Sirnas B merupakan pilar penting dalam ekosistem pembinaan prestasi nasional untuk memberikan jam terbang kompetitif bagi atlet muda.
”Kami telah menyusun program sedemikian rupa untuk menunjang prestasi atlet, termasuk Sirkuit Nasional B ini yang menjadi bagian dari program PBSI untuk memberikan event bagi atlet bertanding,” ungkap Wahyana.
Lebih lanjut, hasil pemantauan dari setiap pertandingan di sirkuit nasional ini akan menjadi tolok ukur penting bagi PBSI dalam memantau dan menjaring talenta-talenta potensial.
”Dari pertandingan di Sirkuit Nasional ada atlet yang benar-benar memiliki kemampuan akan masuk pelatihan nasional untuk turnamen internasional,” pungkasnya.
(ABD)













