Menu

Mode Gelap
Tragis! Siswi SD di Lebong Dibacok Tetangga Sendiri, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa Respons Cepat Video Viral Gangster, Satpol PP Kota Bengkulu Perketat Patroli “Jaga Kota” Bahayakan Pengendara, Dinas PUPR Mukomuko Desak Perbaikan Cepat Jalan Nasional di Bandar Ratu Kilas Balik Kepemimpinan Joko Widodo dalam Dua Perspektif Klasik: Niccolò Machiavelli dan Ralf Dahrendorf Operasi SAR Pantai Harapan Berakhir Duka: Remaja yang Hilang Terseret Ombak Ditemukan Meninggal Dunia Polisi Bongkar Penimbunan 1.500 Dus MinyaKita di Bengkulu Tengah, Ada Indikasi Volume Ilegal dan Barcode Palsu!

Headline

Operasi SAR Pantai Harapan Berakhir Duka: Remaja yang Hilang Terseret Ombak Ditemukan Meninggal Dunia

badge-check


Operasi SAR Pantai Harapan Berakhir Duka: Remaja yang Hilang Terseret Ombak Ditemukan Meninggal Dunia Perbesar

BENGKULU TENGAH, FaktaBengkulu.com – Setelah dua hari proses pencarian intensif yang menguras emosi, operasi SAR di Pantai Desa Harapan, Kecamatan Pondok Kelapa, akhirnya menemui titik akhir. Remaja yang dilaporkan hilang terseret ombak sejak Jumat sore kemarin, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (2/5/2026) petang.

Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB oleh warga yang turut membantu penyisiran di sepanjang garis pantai. Penemuan ini membawa duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang sejak awal setia menanti di bibir pantai.

Ditemukan di Kawasan Pantai Padang Betuah

Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah, Rachmat Hidayat, mengonfirmasi kabar penemuan tersebut. Menurutnya, korban ditemukan cukup jauh dari titik awal kejadian.

“Jenazah ditemukan oleh warga yang melakukan penyisiran di kawasan Pantai Padang Betuah. Saat ditemukan, posisi korban tergeletak telentang di tepi pantai dengan masih mengenakan celana pendek,” ujar Rachmat kepada awak media.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, serta relawan segera mengevakuasi korban menggunakan perahu karet menuju posko operasi di Pantai Desa Harapan sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka.

Kronologi Tragedi Jumat Sore

Peristiwa memilukan ini bermula pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban bersama empat rekannya tengah asyik mandi di laut. Namun, kegembiraan tersebut berubah menjadi petaka ketika ombak besar tiba-tiba menggulung mereka.

  • Total Remaja: 5 Orang.
  • Terseret Ombak: 3 Orang.
  • Selamat: 2 Orang berhasil menyelamatkan diri ke tepian.
  • Korban Jiwa: 1 Orang (hanyut dan hilang selama 2 hari).

Tantangan Cuaca Ekstrem dan Ombak Tinggi

Proses pencarian selama dua hari terakhir bukannya tanpa kendala. Rachmat menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dan tingginya gelombang laut di perairan Pondok Kelapa menjadi tantangan utama tim di lapangan.

“Kondisi ombak memang sedang tinggi sesuai peringatan dini dari BMKG. Hal ini membuat tim harus ekstra waspada saat menurunkan perahu karet (LCR) ke tengah laut,” tambahnya.

Imbauan Mitigasi Wisata Pantai

Atas kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui BPBD mengimbau keras kepada seluruh wisatawan dan masyarakat lokal untuk lebih waspada saat beraktivitas di area pantai, terutama saat cuaca buruk.

Sebagai langkah preventif ke depan, pihak berwenang berencana memasang papan imbauan dan tanda bahaya di titik-titik rawan sepanjang Pantai Pondok Kelapa guna mencegah terulangnya tragedi serupa.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragis! Siswi SD di Lebong Dibacok Tetangga Sendiri, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

3 Mei 2026 - 19:50 WIB

Respons Cepat Video Viral Gangster, Satpol PP Kota Bengkulu Perketat Patroli “Jaga Kota”

3 Mei 2026 - 19:48 WIB

Bahayakan Pengendara, Dinas PUPR Mukomuko Desak Perbaikan Cepat Jalan Nasional di Bandar Ratu

3 Mei 2026 - 19:46 WIB

Kilas Balik Kepemimpinan Joko Widodo dalam Dua Perspektif Klasik: Niccolò Machiavelli dan Ralf Dahrendorf

2 Mei 2026 - 19:35 WIB

Polisi Bongkar Penimbunan 1.500 Dus MinyaKita di Bengkulu Tengah, Ada Indikasi Volume Ilegal dan Barcode Palsu!

2 Mei 2026 - 19:22 WIB

Trending di Headline