BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Semangat nasionalisme kembali membara di Tanah Merah Putih. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, secara resmi meluncurkan karya literasi terbarunya berjudul “Bumi Merah Putih yang Terlupakan” dalam sebuah Seminar Nasional Kewirausahaan yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Kantor Gubernur Bengkulu, Minggu (15/2/2026).
Acara yang mengusung tema “Semangat Bumi Merah Putih Menuju Bengkulu yang Mandiri dan Berdikari” ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali masyarakat akan peran vital Bengkulu dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Gubernur Helmi Hasan, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa julukan “Bumi Merah Putih” bukan sekadar label geografis. Bengkulu adalah rahim yang melahirkan putri terbaik bangsa—Fatmawati—sang penjahit bendera pusaka.
“Bumi Merah Putih telah melahirkan tokoh yang bukan hanya pendamping Proklamator, tetapi juga pelaku sejarah yang mewarnai perjalanan bangsa ini. Semangat itulah yang harus menjadi denyut nadi pembangunan kita saat ini,” ujar Herwan Antoni dalam sambutannya.
Buku Bumi Merah Putih yang Terlupakan merupakan buah pemikiran Helmi Hasan yang disunting secara apik oleh Emilda Sulasmi, M.Pd., dan Jamalum Sinambela, S.H., M.H. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi “obat penawar” bagi generasi muda agar tidak buta terhadap akar sejarah daerahnya sendiri.
Ketua Panitia pelaksana, Wawan Asri, dalam laporannya menekankan bahwa kemandirian ekonomi dan kewirausahaan yang dibahas dalam seminar ini tidak bisa dilepaskan dari mentalitas merdeka.
“Kita adalah bangsa pemenang yang pernah menumpas penjajahan. Jangan sampai di era sekarang kita justru merasa terjajah oleh keadaan. Semangat kemerdekaan harus tetap hidup dalam setiap langkah kita,” tegas Wawan.
Peluncuran buku ini juga menjadi sinyal kuat komitmen Pemerintah Provinsi dalam memperkuat identitas lokal untuk mendorong kemandirian daerah. Dengan memahami sejarah, masyarakat diharapkan memiliki rasa bangga yang tinggi sehingga lebih optimis dalam membangun ekonomi kreatif dan kewirausahaan di Bengkulu.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga mahasiswa yang antusias menyimak bedah nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam buku tersebut.
(ABD)










