Menu

Mode Gelap
Jangan ‘Getok’ Harga! Dispar Kota Bengkulu Sidak Pedagang Kelapa Muda di Pantai Jakat Satpol PP Kota Bengkulu Larang Aktivitas Berenang di Muara Pulau Baai Usai Insiden Maut Lebaran 1447 H: 80 Ribu Wisatawan ‘Serbu’ Kota Bengkulu, Pantai Panjang Masih Jadi Primadona! Wisata Berujung Duka, Pengunjung Asal Air Periukan Meninggal Mendadak di Pantai Cemoro Sewu Skandal Perselingkuhan Berulang: Camat Air Periukan Dicopot, Guru PPPK SDN 65 Seluma Dipecat! Waspada Arus Kuat! Petugas Patroli Tiap Jam Larang Wisatawan Berenang di Pantai Panjang Selama Libur Lebaran

Headline

Lestarikan Budaya Lokal, Balai Bahasa Bengkulu Luncurkan 80 Buku Bacaan Anak Dwibahasa

badge-check


Lestarikan Budaya Lokal, Balai Bahasa Bengkulu Luncurkan 80 Buku Bacaan Anak Dwibahasa Perbesar

KOTA BENGKULU – Sebagai langkah konkret menjaga kelestarian bahasa ibu di tengah gempuran zaman, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu resmi menerbitkan 80 judul buku bacaan anak dwibahasa. Inisiatif ini menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah setempat guna memperkenalkan kekayaan literasi lokal kepada generasi muda sejak dini.

​Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Johan, menjelaskan bahwa proyek ini memiliki misi ganda: meningkatkan minat baca sekaligus memastikan bahasa daerah tetap hidup di tangan penutur masa depan.

​”Buku-buku ini dirancang agar anak-anak tidak hanya menikmati cerita yang seru, tetapi juga mengenal identitas luhur mereka melalui bahasa daerah,” ujar Andriana di Kota Bengkulu, Sabtu (20/12).

​Koleksi 80 buku tersebut mencakup tiga bahasa utama di Provinsi Bengkulu, yakni:​

  • Bahasa Rejang
  • Bahasa Enggano
  • ​Bahasa Bengkulu

​Tak hanya itu, materi yang disajikan juga menyentuh sembilan dialek yang tersebar di wilayah Bengkulu, mulai dari dialek Kaur, Mukomuko, Pekal, Pasemah, Lembak, Serawai, hingga dialek Tunggang. Pendekatan dwibahasa ini dinilai menjadi media edukasi yang kontekstual dan efektif bagi anak-anak.

​Langkah ini sejalan dengan visi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan luar biasa berupa 817 bahasa daerah, di mana Papua menjadi penyumbang terbanyak dengan 400 bahasa.

​Mendikdasmen mendorong agar kekayaan ini diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal (mulok). Menurutnya, penggunaan bahasa daerah dalam proses belajar bukan sekadar soal budaya, melainkan juga kunci keberhasilan literasi dasar bagi anak-anak.

​Dengan terbitnya puluhan buku ini, Balai Bahasa Bengkulu berharap wawasan generasi muda terus berkembang seiring dengan meningkatnya kecintaan mereka terhadap warisan budaya nusantara.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jangan ‘Getok’ Harga! Dispar Kota Bengkulu Sidak Pedagang Kelapa Muda di Pantai Jakat

24 Maret 2026 - 20:33 WIB

Satpol PP Kota Bengkulu Larang Aktivitas Berenang di Muara Pulau Baai Usai Insiden Maut

24 Maret 2026 - 18:07 WIB

Lebaran 1447 H: 80 Ribu Wisatawan ‘Serbu’ Kota Bengkulu, Pantai Panjang Masih Jadi Primadona!

24 Maret 2026 - 18:05 WIB

Wisata Berujung Duka, Pengunjung Asal Air Periukan Meninggal Mendadak di Pantai Cemoro Sewu

23 Maret 2026 - 19:50 WIB

Skandal Perselingkuhan Berulang: Camat Air Periukan Dicopot, Guru PPPK SDN 65 Seluma Dipecat!

23 Maret 2026 - 19:47 WIB

Trending di Headline