Menu

Mode Gelap
Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan Pastikan Lebaran Bebas Sampah, Pemkot Bengkulu Kerahkan 200 Pasukan Oranye ke Titik Vital Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

Hukum

Kuasa Hukum Petani Bantah Keras Kronologi Versi Keluarga Pelaku Penembakan di Bengkulu Selatan

badge-check


Kuasa Hukum Petani Bantah Keras Kronologi Versi Keluarga Pelaku Penembakan di Bengkulu Selatan Perbesar

BENGKULU – Kasus penembakan lima petani oleh oknum keamanan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) di Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, semakin memanas. Ricki Pratama Putra, Kuasa Hukum kelima korban, mengeluarkan bantahan keras terhadap kronologi yang sebelumnya diklaim oleh keluarga pelaku, R.

​Ricki Pratama Putra membantah pernyataan Sahlan Sirad, paman pelaku R, yang mengeklaim bahwa penembakan terjadi karena R dipukul terlebih dahulu dengan pelepah sawit dan ditusuk senjata tajam (sajam) oleh seorang ibu.

​Ricki Pratama Putra menegaskan bahwa informasi dari pihak pelaku adalah keliru dan tidak benar, serta berupaya membenarkan tindakan penembakan.

​Pemicu Awal : Penembakan tidak dipicu oleh pemukulan atau penusukan. Ricki menyatakan bahwa semua bermula dari tindakan pelaku, R, yang mendorong saudari S hingga terjatuh.

​Aksi Balasan dan Penembakan : Setelah saudari S membalas, pelaku R disebut langsung melakukan penembakan ke arah warga dalam keadaan berdiri dan tidak terluka.

​Total Tembakan : Kuasa hukum ini menambahkan bahwa setelah tembakan pertama, warga mengejar R yang melarikan diri sambil melepaskan empat tembakan tambahan, menjadikan total tembakan sebanyak lima kali.

​“Kami mengantongi bukti yang terang menunjukkan bahwa semua dimulai karena saudara R (karyawan) mendorong saudari S sampai jatuh, sehingga saudari S membalas dan kemudian saudara R langsung melakukan penembakan ke arah warga dalam keadaan berdiri dan tidak memiliki luka apapun,” tegas Ricki.

Peristiwa penembakan ini terjadi pada Senin (24/11/2025) di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya.

​Aksi kekerasan ini terjadi saat perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut berupaya meratakan (mendoser) sejumlah lahan, yang kemudian dihadang oleh warga yang mengklaim lahan tersebut. Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, menyebut insiden ini adalah puncak dari konflik agraria yang telah berlangsung lama antara petani dengan perusahaan.

Lima petani yang menjadi korban tembakan kelima adalah: BS, EH, ES, S, dan LS. Sebelumnya, Dodi Faisal menyebut nama korban sebagai Linsurman, Susanto, Edi Hermanto, Suhardin, dan Buyung, dengan Buyung dilaporkan tertembak di dada sebelah kanan.

​Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai oknum keamanan perusahaan, dan pistol yang digunakan telah diamankan warga.

​Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Akhyar Anugerah, membenarkan bahwa timnya sedang menuju lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan keterangan. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi tersebut saat insiden terjadi.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama

22 Maret 2026 - 18:59 WIB

Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan

22 Maret 2026 - 18:57 WIB

Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

18 Maret 2026 - 19:39 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

18 Maret 2026 - 19:36 WIB

Trending di Ekonomi