FAKTABENGKULU.COM, MUKOMUKO — Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan seluruh sistem mitigasi dan logistik darurat berada dalam kondisi siaga penuh. Langkah antisipatif ini diambil guna menghadapi potensi cuaca ekstrem maupun bencana alam yang dapat terjadi kapan saja di wilayah Bumi Merah Putih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran khusus di bidang kedaruratan untuk tahun anggaran 2026. Dana siaga yang disiapkan bernilai sekitar Rp40 juta.
Meski demikian, hingga awal Agustus 2026 ini, alokasi anggaran tersebut dilaporkan belum pernah disentuh atau digunakan. Belum terserapnya dana darurat ini dinilai sebagai sinyal positif yang menandakan belum adanya kejadian bencana berskala besar yang melumpuhkan aktivitas warga di daerah tersebut.
Kriteria Ketat Pencairan Dana Darurat
Ruri menegaskan bahwa anggaran senilai Rp40 juta tersebut tidak diperuntukkan bagi operasional rutin harian kantor, melainkan murni sebagai pos cadangan logistik darurat. Mekanisme pencairannya pun diatur secara ketat agar penggunaannya tepat sasaran dan benar-benar mendesak.
Berdasarkan ketentuan operasional BPBD, dana kedaruratan ini baru akan diaktifkan apabila terjadi peristiwa bencana alam—seperti banjir besar yang merendam pemukiman warga—yang mengakibatkan masyarakat terisolasi dan tidak dapat menjalankan aktivitas harian selama 1×24 jam.
”Setiap tahun kita sudah alokasikan anggaran di bidang kedaruratan. Baru akan kita aktifkan kalau ada bencana yang membuat masyarakat tidak bisa menjalankan aktivitas selama 1×24 jam,” jelas Ruri.
Prioritas Bantuan untuk Kebutuhan Dasar Warga
Jika kondisi darurat yang memenuhi kriteria tersebut benar-benar terjadi, BPBD Mukomuko memastikan pergerakan tim akan dilakukan dengan cepat tanpa harus menunggu proses birokrasi anggaran yang panjang.
Adapun fokus utama alokasi logistik darurat ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada masa-masa awal pascabencana, yang meliputi:
- Makanan siap saji untuk mencukupi kebutuhan konsumsi harian warga terdampak.
- Air minum dalam kemasan guna menjamin ketersediaan air bersih darurat.
- Selimut serta perlengkapan dasar lainnya bagi warga yang harus mengungsi atau kehilangan akses tempat tinggal sementara.
Dengan adanya pos anggaran siaga ini, Pemkab Mukomuko berharap risiko keterlambatan distribusi bantuan dapat diminimalisasi, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan yang cepat dan tepat saat menghadapi situasi krisis di wilayah Bumi Merah Putih.
(ABD)













