Menu

Mode Gelap
Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan   Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat  Program Prabawa Resmi Diluncurkan: Satpol PP Siaga di Tiap Kelurahan, Walikota Dedy Wahyudi Tegaskan Peran Baru 

Headline

Investasi Raksasa Rp 11 Triliun! PLN Mulai Garap Proyek Geothermal Air Sempiang Kepahiang

badge-check

Investasi Raksasa Rp 11 Triliun! PLN Mulai Garap Proyek Geothermal Air Sempiang Kepahiang Perbesar

KEPAHIANG, FaktaBengkulu.com – Kabupaten Kepahiang bersiap menjadi lumbung energi hijau di Provinsi Bengkulu. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Air Sempiang resmi memasuki babak baru. PT PLN melalui anak usahanya, PT Cakrawala Kepahiang Geothermal, mulai tancap gas melaksanakan proyek strategis dengan total investasi fantastis mencapai Rp 11 triliun.

Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, mengonfirmasi bahwa tahapan awal pembangunan fisik akan dimulai tahun 2026 ini. Sebagai langkah pembuka, fokus utama tahun ini adalah pembenahan infrastruktur vital di lokasi proyek.

Proyek ini direncanakan berjalan secara bertahap. Setelah infrastruktur pendukung tuntas, fase krusial akan dimulai pada tahun depan.

“Tahun 2027 nanti, setelah akses jalan siap, pengeboran tiga sumur pertama akan dilakukan. Kapasitas awalnya sebesar 30 MW dengan nilai investasi tahap pertama ini mencapai Rp 2,5 triliun,” ungkap Bupati Zurdi Nata, Minggu (25/1/2026).

Jika fase awal sukses, PLN akan memperluas cakupan hingga total 12 sumur tambahan. Target akhirnya adalah menghasilkan daya maksimal hingga 2×55 MW. Seluruh fasilitas ini diproyeksikan dapat beroperasi penuh secara komersial pada tahun 2030.

Mengingat lokasi sumber panas bumi Air Sempiang berada di dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, PLN telah memastikan prosedur perizinan dan koordinasi dengan pihak pengelola berjalan ketat. Sinergi ini diperlukan agar pemanfaatan energi terbarukan tetap selaras dengan upaya konservasi lingkungan di area pegunungan tersebut.

Dampak Ekonomi: Royalti Rp 85 Miliar Per Tahun

Bagi Pemerintah Kabupaten Kepahiang, proyek ini bukan sekadar soal kemandirian energi, melainkan juga suntikan besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jika sudah beroperasi pada kapasitas penuh, estimasi royalti atau bagi hasil yang diterima Kabupaten Kepahiang bisa mencapai Rp 85 miliar setiap tahunnya,” tambah Nata.

Menariknya, gairah investasi energi di Kepahiang tidak hanya datang dari BUMN. Di saat yang bersamaan, pihak swasta juga tengah mengembangkan proyek geothermal di kawasan Batu Bandung.

Proyek swasta tersebut memiliki kapasitas 40 MW dengan nilai investasi sekitar Rp 1 triliun. Dengan dua proyek besar yang berjalan serentak, Kepahiang kini berada di jalur cepat menuju pusat energi terbarukan di Sumatera.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, Walikota Dedy Wahyudi Ajak Warga Gencarkan Gotong Royong Bersihkan Kota Bengkulu

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bolos Sekolah saat Jam Pelajaran, Siswa SMAN 2 Kota Bengkulu Diciduk Satpol PP di Jalur Tikus Belakang Sekolah

5 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sawah Mukomuko, Dinas Pertanian Bergerak Cepat Petakan Wilayah Rentan  

5 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tegas! Dikbud Kota Bengkulu Larang Keras Pungutan Biaya Lomba 17 Agustus di Sekolah

4 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Tanggap Cepat Kebakaran SMPN 19 Kota Bengkulu: Dikbud Ajukan Proposal Revitalisasi Rp2 Miliar ke Pusat 

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Trending di Headline