Menu

Mode Gelap
Satpol PP Kota Bengkulu “Sikat” PKL dan Bangunan Liar di Kawasan KZ Abidin, Tak Ada Lagi Negosiasi! Geger! Sopir Truk Ditemukan Tewas Tak Wajar di Perumahan Medan Jaya Residence Bengkulu Kawasan Balai Buntar: Bakal Jadi Pusat Kuliner Ikonik, Kuota Pedagang Dibatasi 150 Lapak Jurusan Administrasi Publik FISIP UNIB dan DPD IAPA Bengkulu Sukses Gelar Kuliah Umum serta Pelantikan Pengurus Dukung Inovasi Mahasiswa, FISIP UNIB Bekali Strategi Jitu Penyusunan Proposal PKM 2026 Kabar Baik! 4 Warga Kota Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Segera Pulang, Pemprov dan Baznas Tanggung Biaya

Headline

Insiden Penembakan di Pino Raya: Petani Jadi Korban dalam Konflik Agraria dengan PT ABS

badge-check


					Insiden Penembakan di Pino Raya: Petani Jadi Korban dalam Konflik Agraria dengan PT ABS Perbesar

Bengkulu Selatan – Situasi di Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, memanas setelah lima petani mengalami luka tembak dalam sebuah insiden kekerasan yang terjadi pada Senin, 24 November 2025. Peristiwa tragis ini diduga melibatkan seorang petugas keamanan (satpam) dari PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) dan kembali menyoroti konflik agraria yang tak kunjung usai antara perusahaan dan warga setempat.

Ketegangan bermula ketika para petani memprotes aksi bulldozer milik PT ABS yang dilaporkan kembali merusak tanaman mereka. Aksi protes warga ini memicu keributan, hingga seorang satpam perusahaan berinisial Ri diduga melepaskan tembakan.

​Tembakan pertama dilaporkan mengenai seorang petani bernama Buyung di bagian dada. Bukannya menghentikan aksi, pelaku justru melarikan diri sambil menembakkan peluru secara acak. Akibatnya, empat petani lainnya turut menjadi korban, yaitu:

  1. ​Linsurman
  2. Edi Hermanto
  3. Santo
  4. Suhardin

​Seluruh korban luka tembak segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, warga lainnya berupaya keras untuk mengamankan pelaku beserta senjata api yang digunakannya.

​Direktur Eksekutif WALHI Bengkulu, Dodi Faisa, membenarkan kejadian ini. Ia menegaskan bahwa insiden penembakan yang diduga dilakukan oleh satpam perusahaan ini adalah konsekuensi langsung dari konflik agraria yang terus berlarut-larut.

​”Benar ada insiden penembakan yang diduga dilakukan oleh satpam perusahaan. Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi,” ujar Dodi Faisa.

​WALHI Bengkulu mendesak pihak kepolisian untuk segera dan tuntas mengusut kasus penembakan ini agar konflik di kawasan tersebut tidak terus memanjang. Selain itu, organisasi lingkungan ini juga menuntut:

​Keterlibatan Lembaga Independen: Mendorong Komnas HAM dan Kompolnas untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.

​Langkah Serius Pemerintah: Mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan konkret dalam penyelesaian konflik lahan di Bengkulu Selatan demi mencegah terulangnya kekerasan serupa di masa depan.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satpol PP Kota Bengkulu “Sikat” PKL dan Bangunan Liar di Kawasan KZ Abidin, Tak Ada Lagi Negosiasi!

3 Februari 2026 - 21:59 WIB

Geger! Sopir Truk Ditemukan Tewas Tak Wajar di Perumahan Medan Jaya Residence Bengkulu

3 Februari 2026 - 21:55 WIB

Kawasan Balai Buntar: Bakal Jadi Pusat Kuliner Ikonik, Kuota Pedagang Dibatasi 150 Lapak

3 Februari 2026 - 21:51 WIB

Jurusan Administrasi Publik FISIP UNIB dan DPD IAPA Bengkulu Sukses Gelar Kuliah Umum serta Pelantikan Pengurus

3 Februari 2026 - 07:49 WIB

Dukung Inovasi Mahasiswa, FISIP UNIB Bekali Strategi Jitu Penyusunan Proposal PKM 2026

2 Februari 2026 - 20:01 WIB

Trending di Headline