Menu

Mode Gelap
Satpol PP Kota Bengkulu “Sikat” PKL dan Bangunan Liar di Kawasan KZ Abidin, Tak Ada Lagi Negosiasi! Geger! Sopir Truk Ditemukan Tewas Tak Wajar di Perumahan Medan Jaya Residence Bengkulu Kawasan Balai Buntar: Bakal Jadi Pusat Kuliner Ikonik, Kuota Pedagang Dibatasi 150 Lapak Jurusan Administrasi Publik FISIP UNIB dan DPD IAPA Bengkulu Sukses Gelar Kuliah Umum serta Pelantikan Pengurus Dukung Inovasi Mahasiswa, FISIP UNIB Bekali Strategi Jitu Penyusunan Proposal PKM 2026 Kabar Baik! 4 Warga Kota Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Segera Pulang, Pemprov dan Baznas Tanggung Biaya

Headline

Ekonomi Bengkulu 2026: Pemprov dan DPR RI Genjot Akses Pembiayaan UMKM

badge-check


					Ekonomi Bengkulu 2026: Pemprov dan DPR RI Genjot Akses Pembiayaan UMKM Perbesar

BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus tancap gas dalam memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di awal tahun 2026. Langkah ini dipertegas melalui kolaborasi strategis dengan Komisi XI DPR RI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan pelaku usaha di “Bumi Rafflesia” semakin mudah mendapatkan akses permodalan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor OJK Provinsi Bengkulu, Sabtu (31/1/2026), Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, menyambut langsung kunjungan kerja rombongan Komisi XI DPR RI. Fokus utama diskusi kali ini adalah menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang tahan banting.

Wakil Gubernur Mian menegaskan bahwa sinergi antara Pemprov, legislatif pusat, dan regulator keuangan seperti OJK adalah kunci utama. Menurutnya, hambatan klasik pelaku usaha selama ini seringkali terletak pada birokrasi pembiayaan yang rumit.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi sekat antara pelaku UMKM dengan akses perbankan. Kolaborasi dengan OJK ini sangat penting agar kebijakan dari pusat bisa mendarat tepat di tangan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mian.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis bagi pengembangan ekonomi Bengkulu. Ia menekankan bahwa bantuan modal saja tidak cukup tanpa data yang kuat.

“Pembinaan UMKM harus dilakukan secara komprehensif. Mulai dari pemetaan jenis usaha hingga lokasi kegiatannya. Tujuannya jelas, agar setiap bantuan tepat sasaran dan mampu meningkatkan perputaran ekonomi daerah secara signifikan,” tegas Fauzi Amro.

Komitmen Helmi – Mian untuk Infrastruktur Ekonomi

Di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan Wagub Mian, Pemprov Bengkulu berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada bantuan modal, tetapi juga pembenahan infrastruktur penunjang. Lingkungan usaha yang sehat dan berkelanjutan menjadi target utama guna menciptakan ekosistem bagi para pelaku kreatif lokal.

Pihak OJK Provinsi Bengkulu sendiri menyambut baik masukan dari DPR RI dan berkomitmen untuk memperketat pengawasan penyaluran dana. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran distribusi bantuan keuangan tanpa kendala administratif yang berarti.

Dengan semangat kebersamaan ini, optimisme ekonomi Bengkulu untuk tumbuh pesat di sepanjang tahun 2026 kian menguat. Kehadiran negara melalui kemudahan modal diharapkan mampu membawa UMKM Bengkulu naik kelas.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satpol PP Kota Bengkulu “Sikat” PKL dan Bangunan Liar di Kawasan KZ Abidin, Tak Ada Lagi Negosiasi!

3 Februari 2026 - 21:59 WIB

Geger! Sopir Truk Ditemukan Tewas Tak Wajar di Perumahan Medan Jaya Residence Bengkulu

3 Februari 2026 - 21:55 WIB

Kawasan Balai Buntar: Bakal Jadi Pusat Kuliner Ikonik, Kuota Pedagang Dibatasi 150 Lapak

3 Februari 2026 - 21:51 WIB

Jurusan Administrasi Publik FISIP UNIB dan DPD IAPA Bengkulu Sukses Gelar Kuliah Umum serta Pelantikan Pengurus

3 Februari 2026 - 07:49 WIB

Dukung Inovasi Mahasiswa, FISIP UNIB Bekali Strategi Jitu Penyusunan Proposal PKM 2026

2 Februari 2026 - 20:01 WIB

Trending di Headline