Menu

Mode Gelap
Cegah Bullying di Sekolah, Disdikbud Mukomuko Perketat Pengawasan Aktivitas Pelajar Geger! Mahasiswa UMB Ditemukan Meninggal Dunia di Toilet Kos Cempaka Permai Sejukkan Suasana Ramadan, Kapolres Kepahiang Gelar ‘Suling’ dan Tebar Bantuan di Suro Lembak Selesaikan Konflik Agraria, Komisi I DPRD Seluma Bahas HGU Perusahaan Bersama Kemen ATR/BPN Pastikan Stok BBM Aman, Pemkot dan Polresta Bengkulu Sidak Sejumlah SPBU: Jangan Panic Buying! Gerbong Mutasi Pemkot Bengkulu Bergerak: Dedy Wahyudi Lantik 44 Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya!

Ekonomi

Cegah Bullying di Sekolah, Disdikbud Mukomuko Perketat Pengawasan Aktivitas Pelajar

badge-check


Cegah Bullying di Sekolah, Disdikbud Mukomuko Perketat Pengawasan Aktivitas Pelajar Perbesar

MUKOMUKO, FaktaBengkulu.com – Kasus perundungan atau bullying yang kian marak di berbagai daerah menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah.

Langkah preventif ini menyasar sekolah-sekolah di bawah naungan Disdikbud Mukomuko, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, menegaskan bahwa pengawasan ekstra adalah kunci utama untuk memastikan sekolah tetap menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak didik. Guru diminta tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial antar siswa.

“Guru-guru di sekolah kami minta agar lebih ketat melakukan pengawasan di lingkungan sekolahnya. Tujuannya jelas, agar di Mukomuko tidak ada siswa yang menjadi korban perundungan,” ujar Arni, Sabtu (7/3/2026).

Arni juga menyoroti pentingnya memantau perilaku siswa saat berinteraksi di luar jam pelajaran kelas. Guru diharapkan mampu mengenali gejala-gejala awal perundungan, terutama ketika melihat kelompok-kelompok siswa yang menunjukkan perilaku tidak wajar atau intimidatif.

Hingga saat ini, Disdikbud Mukomuko mencatat belum ada laporan resmi terkait kasus perundungan di wilayah tersebut. Namun, Arni menegaskan bahwa ketiadaan laporan bukan berarti pihak sekolah boleh lengah.

“Sejauh ini memang belum ada laporan masuk, namun pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kami minta sekolah lebih memperhatikan karakter dan perilaku pelajar, terutama saat mereka sedang bergerombol,” tegasnya.

Langkah Strategis Disdikbud Mukomuko ke Depan:

Untuk memperkuat komitmen ini, Disdikbud Mukomuko menekankan beberapa poin penting kepada pihak sekolah:

  • Pengenalan Karakter: Guru wajib lebih mendalami karakter dan latar belakang perilaku setiap siswa.
  • Pembinaan Rutin: Melakukan sosialisasi dan pembinaan moral secara berkala untuk menanamkan nilai empati.
  • Sistem Pelaporan Cepat: Sekolah diinstruksikan segera melapor jika ditemukan indikasi bullying agar penanganan bisa dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.
  • Komunikasi Intensif: Meski belum diterbitkan dalam surat edaran resmi, imbauan ini sudah disampaikan secara langsung kepada seluruh jajaran kepala sekolah.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan Kabupaten Mukomuko dapat mempertahankan status “Zero Bullying” dan menciptakan generasi pelajar yang saling menghargai.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Geger! Mahasiswa UMB Ditemukan Meninggal Dunia di Toilet Kos Cempaka Permai

7 Maret 2026 - 21:24 WIB

Selesaikan Konflik Agraria, Komisi I DPRD Seluma Bahas HGU Perusahaan Bersama Kemen ATR/BPN

6 Maret 2026 - 23:26 WIB

Pastikan Stok BBM Aman, Pemkot dan Polresta Bengkulu Sidak Sejumlah SPBU: Jangan Panic Buying!

6 Maret 2026 - 23:07 WIB

Kabar Gembira! Pemkab Bengkulu Selatan Alokasikan Rp 22 Miliar untuk THR ASN 2026

5 Maret 2026 - 19:37 WIB

Korupsi PLTA Musi: Tersangka Kembalikan Rp1,11 Miliar, Total Penyelamatan Uang Negara Tembus Rp6,12 Miliar!

5 Maret 2026 - 19:35 WIB

Trending di Headline