BENGKULU, faktabengkulu.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Bengkulu resmi menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2026 di Aula Kantor KONI Provinsi Bengkulu, Minggu (19/7/2026). Forum strategis ini melahirkan komitmen besar untuk merombak total sistem pembinaan atlet di Bumi Merah Putih dengan mengadopsi pendekatan ilmiah (sport science).
Langkah berani ini diambil demi mendongkrak prestasi taekwondo lokal di panggung nasional sekaligus menjawab target besar meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Fondasi Organisasi Kuat untuk Cetak Atlet Hebat
Rakerprov TI Bengkulu 2026 dihadiri oleh sekitar 20 perwakilan pengurus dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu. Agenda tahunan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengprov TI Bengkulu Sri Astuti, S.Pd.SD, Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu Dali Sukma, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Bengkulu Affan Setiawan.
Dalam pidatonya, Ketua Umum Pengprov TI Bengkulu, Sri Astuti, menegaskan bahwa kemajuan prestasi atlet tidak bisa dipisahkan dari kualitas manajemen organisasi yang menaunginya. Organisasi yang sehat dan profesional adalah kunci utama keberlanjutan pembinaan.
“Organisasi merupakan fondasi utama dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Kebersamaan, kedisiplinan, dan loyalitas terhadap organisasi harus terus dijaga agar program pembinaan berjalan secara maksimal,” ujar Sri Astuti.
Ia juga mengimbau seluruh pengurus dan pelatih di Bumi Merah Putih untuk menjaga soliditas, menjunjung tinggi regulasi, serta menjauhi konflik internal yang berpotensi menghambat perkembangan olahraga bela diri asal Korea Selatan ini.
Pembinaan Modern Berbasis Data dan Sport Science
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam Rakerprov kali ini adalah digitalisasi pemantauan atlet dan penerapan sport science. Sri Astuti menjelaskan bahwa metode berbasis data ilmiah ini akan membuat program latihan jauh lebih terukur, objektif, dan efisien.
Melalui evaluasi berkala yang berbasis data riil, tim pelatih dapat merancang strategi latihan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan dan potensi fisik masing-masing atlet.
Selain aspek teknis, Sri Astuti mengingatkan pengurus dan pelatih di Bumi Merah Putih untuk menjadi role model yang baik. Integritas, disiplin, dan jiwa patriotisme harus ditanamkan sejak dini kepada para atlet.
KONI Bengkulu Siapkan Bonus Rp1 Miliar untuk Emas PON 2028
Dukungan penuh terhadap peta jalan baru Pengprov TI ini datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu. Ketua Harian KONI Bengkulu, Dali Sukma, mengapresiasi konsistensi jajaran pengurus TI Bengkulu dalam memajukan cabang olahraga ini.
Dali mengungkapkan bahwa KONI saat ini tengah melakukan pembenahan masif untuk mendongkrak kualitas olahraga daerah, mulai dari pembinaan usia dini hingga atlet elite. Guna memacu motivasi, komitmen besar pun disiapkan bagi mereka yang mampu menembus target tertinggi.
“KONI Provinsi Bengkulu berkomitmen membangun olahraga secara serius. Salah satu target kami adalah mampu meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, bahkan telah dipersiapkan reward sebesar Rp1 miliar bagi atlet yang berhasil mencapainya,” tegas Dali Sukma.
Mengingat rekam jejaknya, Taekwondo dinilai menjadi salah satu cabor unggulan yang punya peluang besar untuk menyumbangkan medali emas dan mengharumkan nama daerah di level nasional.
4 Poin Hasil Rakerprov TI Bengkulu 2026
Rapat kerja ini berhasil merumuskan sejumlah kesepakatan dan program prioritas yang akan segera diimplementasikan, antara lain:
- Penerapan Sistem Pembinaan Modern: Mengintegrasikan data perkembangan atlet dengan pendekatan sport science.
- Profesionalisme Tata Kelola: Memperkuat sinergi dan transparansi administrasi organisasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
- Penyempurnaan UKT: Memperbaiki mekanis Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) agar lebih akuntabel.
- Standardisasi Event: Menyelaraskan regulasi dan kualitas penyelenggaraan kejuaraan taekwondo di seluruh wilayah Bengkulu.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pengurus TI di tingkat kabupaten dan kota diinstruksikan untuk segera menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) masing-masing agar visi besar yang dirancang di tingkat provinsi dapat berjalan selaras hingga ke akar rumput.
(ABD)












