BENGKULU – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menetapkan kebijakan penghentian sementara distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada awal Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai masa persiapan teknis guna mengoptimalkan pelaksanaan program secara nasional di tahun yang baru.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa jeda distribusi ini dijadwalkan pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026. Periode singkat tersebut akan dimanfaatkan oleh seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan penguatan internal.
Menurut Dadan, jeda ini sangat krusial untuk memastikan kesiapan operasional di lapangan. Fokus utama dalam masa persiapan ini meliputi:
- Penataan kembali dapur produksi.
- Pemantapan alur distribusi dan logistik.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
- Penguatan standar keamanan pangan agar kualitas gizi tetap terjaga.
“Jeda sementara ini diperlukan agar pelaksanaan MBG pada 2026 berjalan lebih optimal, aman, dan berkualitas bagi seluruh penerima manfaat,” ujar Dadan.
Meski distribusi untuk anak sekolah mengalami jeda karena menyesuaikan kalender pendidikan, BGN menegaskan bahwa layanan untuk kelompok rentan (B3) tetap berjalan normal. Kelompok ini akan tetap menerima pasokan gizi pada tanggal 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025 karena kebutuhannya tidak terikat dengan jadwal sekolah.
Untuk anak sekolah yang sedang dalam masa libur akhir tahun, distribusi saat ini bersifat opsional. BGN memberikan fleksibilitas jika terdapat kendala teknis atau jika anak sedang berlibur bersama keluarga, namun layanan tetap tersedia bagi mereka yang membutuhkan.
Masyarakat diminta tidak perlu khawatir, karena kebijakan ini bukan merupakan penghentian permanen. Seluruh layanan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan akan kembali beroperasi secara serempak dan normal pada 8 Januari 2026.
Pemerintah berkomitmen menjadikan MBG sebagai program prioritas nasional dalam rangka menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
(ABD)









