BENGKULU, faktabengkulu.com – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak Minggu sore (5/4/2026) hingga Senin, mengakibatkan bencana banjir meluas di lima kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mencatat, hampir 3.000 unit rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, mengungkapkan bahwa hingga Senin sore (6/4/2026), situasi di lapangan masih dinamis. Proses evakuasi dan pendataan terus dikebut oleh tim reaksi cepat di masing-masing wilayah terdampak.
Rincian Wilayah Terdampak Banjir Bengkulu
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah sebaran kerusakan dan dampak banjir di lima wilayah:
- Kabupaten Lebong: Menjadi salah satu titik terparah dengan 1.200 unit rumah terendam di 15 desa yang tersebar di enam kecamatan.
- Kabupaten Seluma: Mencatatkan jumlah terdampak tertinggi yakni 1.691 unit rumah di 14 desa.
- Kabupaten Bengkulu Tengah: Terdeteksi 54 unit rumah terendam di enam kecamatan.
- Kabupaten Kepahiang: Terfokus di Desa Air Pesi, Kecamatan Seberang Musi, yang merendam 11 rumah dan mengakibatkan infrastruktur jembatan antar dusun nyaris putus.
- Kota Bengkulu: BPBD masih melakukan validasi data di 16 lokasi terendam, khususnya di kawasan pesisir sungai yang menjadi langganan luapan air.
“Total sementara ada 2.956 rumah yang terdampak di empat kabupaten. Angka ini kemungkinan besar akan melonjak karena data lengkap dari Kota Bengkulu masih dalam proses perampungan,” jelas Khristian Hermansyah kepada awak media.
Upaya Darurat: Evakuasi dan Dapur Umum
Saat ini, prioritas utama petugas di lapangan adalah menyelamatkan nyawa warga dan memastikan kebutuhan logistik terpenuhi. Di Kota Bengkulu sendiri, BPBD dikabarkan telah mendirikan sedikitnya tiga titik dapur umum untuk melayani warga yang terpaksa mengungsi.
Meskipun di beberapa titik air dilaporkan mulai surut, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap dalam status siaga satu. Potensi hujan susulan masih sangat tinggi mengingat kondisi cuaca yang belum stabil.
Infrastruktur Lumpuh dan Lahan Pertanian Rusak
Tak hanya pemukiman, banjir kali ini juga menghantam sektor ekonomi dan aksesibilitas. Ratusan hektare lahan pertanian milik warga di Kepahiang dan Lebong dilaporkan tergenang, yang mengancam potensi gagal panen. Jembatan-jembatan desa yang menjadi urat nadi ekonomi juga mengalami kerusakan serius akibat terjangan arus.
Bagi warga Bengkulu yang berada di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai, diharapkan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika debit air kembali naik malam ini.
(ABD)













