KOTA BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu terus memutar otak untuk memastikan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Sebakul tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan sarana. Strategi terbaru yang diambil adalah dengan menerapkan skema sewa alat berat ketimbang melakukan pengadaan unit baru.
Langkah taktis ini diambil mengingat kondisi armada yang ada saat ini sudah tidak lagi ideal untuk melayani volume sampah warga kota yang terus meningkat.
Kondisi Armada Kritis: Satu Unit Rusak Parah
Plt. Kepala DLH Kota Bengkulu, Afriyenita, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya hanya memiliki dua unit alat berat. Ironisnya, satu unit di antaranya sedang dalam kondisi rusak dan masuk tahap perbaikan.
“Secara ideal, jumlah ini memang jauh dari cukup untuk operasional TPA. Kita butuh setidaknya tambahan dua unit lagi, yaitu dozer dan excavator,” ujar Afriyenita, Kamis (2/4/2026).
Dari dua jenis alat tersebut, dozer menjadi prioritas utama. Alat ini memegang peranan vital dalam meratakan dan memadatkan tumpukan sampah agar area TPA tidak cepat penuh dan tetap tertata.
Mengapa Sewa Lebih Menguntungkan?
Alih-alih mengajukan pembelian unit baru yang memakan biaya miliaran rupiah, DLH memilih skema sewa dengan alasan efisiensi anggaran jangka panjang. Ada beberapa pertimbangan logis di balik keputusan ini:
- Bebas Biaya Perawatan: DLH tidak perlu menanggung biaya servis rutin atau perbaikan jika terjadi kerusakan mendadak.
- Efisiensi Anggaran: Biaya investasi pembelian alat jauh lebih tinggi dibanding biaya operasional sewa.
- Sistem Periodik: Alat didatangkan hanya saat dibutuhkan, sehingga tidak ada alat yang mangkrak saat beban kerja menurun.
“Kalau beli, risiko kerusakan dan biaya perawatan sangat tinggi. Analisa kami menunjukkan sistem sewa jauh lebih hemat dan menjadi solusi konkret efisiensi anggaran,” tambah Afriyenita.
Estimasi Anggaran dan Skema Kerja
Berdasarkan rencana kerja DLH, kebutuhan alat berat ini dirancang secara periodik. Dalam setahun, diperkirakan butuh sekitar 30 hingga 40 kali penggunaan.
Berikut adalah rincian skema sewa yang disiapkan:
- Frekuensi: Alat didatangkan setiap tiga bulan sekali.
- Durasi: Bekerja selama 10 hingga 12 hari per sesi.
- Anggaran: Dialokasikan sekitar Rp300 juta per tahun.
- Fasilitas: Biaya tersebut sudah mencakup operator dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Estimasi biaya per satu kali masa sewa berada di angka Rp35 juta.
Dengan strategi ini, DLH Kota Bengkulu optimis pengelolaan sampah di TPA Air Sebakul akan lebih terukur dan tidak lagi terkendala oleh rusaknya alat milik dinas.
(ABD)













