BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Masalah sampah bukan lagi sekadar urusan membuang, tapi tentang peluang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kini tengah gencar mendorong warga di seluruh wilayah Bumi Merah Putih untuk beralih peran dari sekadar pembuang sampah menjadi nasabah aktif Bank Sampah.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selain sebagai solusi konkret menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian menggunung, program ini menawarkan keuntungan ekonomi langsung yang bisa dirasakan oleh emak-emak maupun pelaku rumah tangga.
Sampah Anorganik: Dari Limbah Jadi Rupiah
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Sirat Purnama, menegaskan bahwa Bank Sampah bukan sekadar tempat pembuangan, melainkan sistem manajemen lingkungan yang modern.
“Masyarakat cukup memilah sampah kering seperti botol plastik, kardus, dan kaleng dari rumah. Bawa ke unit terdekat, ditimbang, dan nilainya akan dicatat di buku tabungan seperti bank konvensional. Ini adalah langkah nyata mengurangi beban TPA,” ujar Sirat pada Kamis (29/1/2026).
Beberapa manfaat utama menjadi nasabah Bank Sampah meliputi:
- Pendapatan Tambahan: Sampah plastik, kertas, dan logam bisa ditukar dengan uang tunai atau bahan pokok.
- Lingkungan Sehat: Mengurangi tumpukan sampah di rumah yang berisiko menyumbat saluran air dan memicu banjir.
- Edukasi Keluarga: Mengajarkan kedisiplinan memilah sampah sejak dini kepada anak-anak.
Komitmen Pemkot Bengkulu dalam mengelola sampah tidak main-main. Saat ini, sebanyak 67 kelurahan di Kota Bengkulu telah memiliki unit Bank Sampah. Akses yang semakin dekat ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola limbah domestik.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, juga berpesan agar kesadaran ini dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga.
“Mari kita pilah sampah dari rumah. Plastik, kertas, dan logam masuk ke Bank Sampah. Sedangkan sampah organik bisa kita olah sendiri menjadi kompos untuk pupuk tanaman,” ajak Dedy.
Cara Menjadi Nasabah Bank Sampah Bengkulu:
- Pilah dari Rumah: Pisahkan sampah organik (sisa makanan) dan anorganik (plastik, botol, kaleng, kardus).
- Bersihkan Sampah Anorganik: Pastikan botol atau wadah plastik dalam keadaan kosong dan kering.
- Setorkan ke Unit Terdekat: Kunjungi kantor kelurahan atau titik unit Bank Sampah di wilayah Anda.
- Bawa Buku Tabungan: Terima hasil timbangan yang akan dikonversi menjadi saldo tabungan.
(ABD)









