Menu

Mode Gelap
Wisata Berujung Duka, Pengunjung Asal Air Periukan Meninggal Mendadak di Pantai Cemoro Sewu Skandal Perselingkuhan Berulang: Camat Air Periukan Dicopot, Guru PPPK SDN 65 Seluma Dipecat! Waspada Arus Kuat! Petugas Patroli Tiap Jam Larang Wisatawan Berenang di Pantai Panjang Selama Libur Lebaran Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan Pastikan Lebaran Bebas Sampah, Pemkot Bengkulu Kerahkan 200 Pasukan Oranye ke Titik Vital

Headline

Waspada Arus Kuat! Petugas Patroli Tiap Jam Larang Wisatawan Berenang di Pantai Panjang Selama Libur Lebaran

badge-check


Waspada Arus Kuat! Petugas Patroli Tiap Jam Larang Wisatawan Berenang di Pantai Panjang Selama Libur Lebaran Perbesar

KOTA BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pesona Pantai Panjang Bengkulu memang selalu menjadi magnet utama bagi wisatawan saat libur Idulfitri. Namun, di balik keindahannya, ombak Pantai Panjang menyimpan risiko tinggi. Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut (laka laut), aparat gabungan kini memperketat pengawasan dengan melakukan patroli setiap satu jam sekali.

Petugas secara tegas melarang seluruh pengunjung untuk mandi atau berenang di sepanjang garis pantai tersebut. Langkah ini diambil menyusul karakteristik Pantai Panjang yang memiliki arus bawah laut yang kuat dan palung yang berbahaya bagi keselamatan jiwa.

Patroli Intensif dan Imbauan Humanis

Perwira Pengendali Pos Pengamanan (Padal Pos Pam) BPBD Pantai Panjang, Aipda Wendi Nainggolan, menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan. Mengingat lonjakan pengunjung yang sangat drastis, edukasi langsung di lapangan menjadi prioritas utama.

“Kami bersama tim gabungan rutin melakukan patroli dan memberikan imbauan setiap satu jam sekali. Bahkan jika kondisi sangat ramai, frekuensinya kami tingkatkan. Fokus kami jelas: memastikan tidak ada pengunjung yang nekat berenang,” tegas Aipda Wendi, Senin (23/3/2026).

Menurutnya, banyak wisatawan—terutama yang berasal dari luar Provinsi Bengkulu—belum memahami karakteristik ombak di lokasi ini.

“Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, korban tenggelam sering kali adalah wisatawan luar daerah. Itulah mengapa kami terus bersiaga,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Instansi di Titik Strategis

Untuk memastikan keamanan tetap kondusif, sedikitnya 30 personel gabungan dari berbagai instansi disiagakan setiap hari. Tim ini merupakan kolaborasi solid antara:

  • BPBD Kota Bengkulu
  • Satpol PP
  • TNI Angkatan Laut
  • Palang Merah Indonesia (PMI)

Ada tiga titik utama yang menjadi pusat pengawasan ketat, yakni Pos Shelter, Pos Pasir Putih, dan pengawasan tambahan di kawasan Pantai Jakat.

Pantai Jakat Jadi Alternatif Aman

Bagi wisatawan yang tetap ingin bermain air atau berenang, petugas mengarahkan mereka ke Pantai Jakat. Berbeda dengan Pantai Panjang, Pantai Jakat memiliki kontur yang lebih landai dan ombak yang relatif lebih tenang, sehingga lebih aman untuk aktivitas keluarga.

Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, menegaskan bahwa keselamatan adalah harga mati. Pihaknya meminta kerja sama penuh dari masyarakat untuk mematuhi aturan yang ada.

“Kami tidak hanya berjaga di pos, tapi aktif bergerak mengedukasi masyarakat. Kami mohon dengan sangat agar pengunjung mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan kita bersama,” pungkas I Made.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisata Berujung Duka, Pengunjung Asal Air Periukan Meninggal Mendadak di Pantai Cemoro Sewu

23 Maret 2026 - 19:50 WIB

Skandal Perselingkuhan Berulang: Camat Air Periukan Dicopot, Guru PPPK SDN 65 Seluma Dipecat!

23 Maret 2026 - 19:47 WIB

Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama

22 Maret 2026 - 18:59 WIB

Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan

22 Maret 2026 - 18:57 WIB

Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Trending di Headline