BENGKULU – Kawasan “Unib Belakang” yang selama ini identik dengan kepadatan pedagang dan kemacetan arus lalu lintas, kini tampil dengan wajah baru. Memasuki awal Januari 2026, kondisi di sepanjang Jalan WR Supratman, Kelurahan Kandang Limun, terpantau jauh lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pengguna jalan.
Transformasi ini merupakan buah dari aksi nyata personel gabungan yang melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025 lalu.
Langkah tegas namun humanis ini diambil oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu berkolaborasi dengan Lurah Kandang Limun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Satlinmas setempat. Fokus utama operasi ini adalah mengembalikan fungsi bahu jalan dan trotoar yang selama ini tersita oleh lapak dagangan.
Melalui unggahan di akun resmi TikTok Satpol PP Kota Bengkulu, otoritas terkait menegaskan bahwa penertiban ini bukan sekadar pembersihan, melainkan upaya jangka panjang untuk kenyamanan warga dan mahasiswa.
Berdasarkan keterangan resmi, ada empat misi utama yang diusung dalam penertiban ini :
- Restorasi Fungsi Jalan: Mengembalikan hak pejalan kaki di trotoar dan memastikan bahu jalan bebas dari hambatan permanen.
- Solusi Kemacetan: Menghilangkan titik penyempitan jalan (bottleneck) yang sering memicu antrean kendaraan panjang di jam sibuk.
- Estetika Lingkungan: Menciptakan visual kawasan kampus Universitas Bengkulu yang lebih asri, rapi, dan sedap dipandang.
- Prioritas Keselamatan: Menekan risiko kecelakaan lalu lintas bagi pedagang maupun pembeli yang bertransaksi di area berbahaya (badan jalan).
Hingga Jumat (9/1/2026), suasana di Jalan WR Supratman menunjukkan perubahan signifikan. Tidak ada lagi lapak dipinggir jalan, sehingga arus kendaraan mengalir lancar.
“Kondisinya sekarang jauh lebih nyaman. Kalau dulu lewat sini suka agak terhambat karena banyak yang parkir untuk beli dibadan jalan. Sekarang terlihat lebih luas dan bersih,” ujar dimas pengendara motor.
Pihak Satpol PP menekankan bahwa pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan sisi humanis. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung Bengkulu yang lebih tertata dan disiplin dalam pemanfaatan ruang publik.
Dengan wajah baru ini, diharapkan kawasan pendidikan Unib tidak hanya menjadi pusat intelektual, tetapi juga menjadi contoh kawasan tertib niaga di Kota Bengkulu.
(ABD)









