BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tengah mempersiapkan langkah besar dalam menata estetika dan pusat pemerintahan. Kawasan bersejarah “Kota Lama” akan segera dipoles menjadi pusat aktivitas yang lebih hidup. Salah satu poin utamanya adalah pengalihfungsian Mess Pemda Provinsi Bengkulu menjadi Kantor Walikota Bengkulu yang baru.
Langkah strategis ini bukan sekadar pemindahan administrasi, melainkan bagian dari visi besar revitalisasi kawasan ekonomi dan sejarah.
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengungkapkan bahwa penataan ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan historis Bengkulu. Kawasan Kota Lama yang mencakup Pasar Barukoto 1, Pasar Barukoto 2, hingga Kampung Cina akan diintegrasikan dalam satu koridor strategis.
“Kita ingin mengembalikan roh Kota Bengkulu sebagai pusat pemerintahan dan kehidupan kota. Kawasan ini memiliki nilai sejarah yang sangat kuat sejak era kolonial,” ujar Dedy Wahyudi pada Kamis (22/1/2026).
Rencananya, lanskap kota akan ditata secara estetis mulai dari area depan rumah dinas Gubernur hingga ke arah ikon sejarah Benteng Marlborough. Dengan menjadikan Mess Pemda sebagai Kantor Walikota, diharapkan akses pemerintahan menjadi lebih terbuka dan menyatu dengan denyut nadi masyarakat.
Selain fokus pada kawasan sejarah, Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya terhadap pemerataan pembangunan di wilayah pinggiran. Dedy Wahyudi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya berpusat di tengah kota.
Beberapa titik yang mulai menunjukkan geliat signifikan antara lain:
- Kawasan Rawa Makmur: Peningkatan aktivitas UMKM dan ekonomi lokal.
- Kawasan Padang Serai: Transformasi wajah jalan dua jalur yang kini lebih modern dengan fasilitas penerangan jalan yang maksimal.
“Pembangunan harus adil. Kita ingin semua wilayah tumbuh bersama, sehingga tidak ada lagi kesan kawasan yang tertinggal,” tambahnya.
Sebagai fondasi utama, tahun 2026 ini Pemkot Bengkulu memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar secara masif. Fokus utama meliputi:
- Pembangunan 200 Link Jalan: Memastikan konektivitas antar wilayah lancar.
- Perbaikan Drainase: Solusi jangka panjang untuk penanganan banjir perkotaan.
- Revitalisasi Pasar Rakyat: Menghidupkan kembali pusat perbelanjaan tradisional sebagai motor ekonomi rakyat.
“Jika infrastruktur dasar seperti jalan dan pasar sudah mantap, maka otomatis ekonomi rakyat akan bergerak lebih cepat. Inilah arah masa depan Bengkulu yang kita bangun,” pungkas Dedy.
Dengan integrasi antara sejarah, pemerintahan, dan infrastruktur modern, Kota Bengkulu diprediksi akan menjadi daya tarik wisata sejarah sekaligus pusat ekonomi yang lebih inklusif di masa mendatang.
(ABD)









