Menu

Mode Gelap
Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan Pastikan Lebaran Bebas Sampah, Pemkot Bengkulu Kerahkan 200 Pasukan Oranye ke Titik Vital Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

Headline

Tragis! 4 Warga Kota Bengkulu Disekap dan Disetrum di Kamboja, Nekat Kabur dari Sindikat Scam Online

badge-check


Tragis! 4 Warga Kota Bengkulu Disekap dan Disetrum di Kamboja, Nekat Kabur dari Sindikat Scam Online Perbesar

BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Kabar memilukan datang dari empat warga Kota Bengkulu yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Niat hati mencari nafkah sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), keempat pemuda ini justru terjebak dalam sindikat penipuan daring (online scam) dan mengalami penyiksaan keji.

Keempat korban tersebut diketahui bernama Ardi, Deni Febriansyah, Imron, dan Engga. Saat ini, mereka dilaporkan telah berhasil melarikan diri dan mengamankan diri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Kamboja.

Kronologi Kejadian: Dijanjikan Kerja di Malaysia, Berakhir di Kamboja

Ketua DPD Garda Relawan Indonesia Semesta (GARIS) Provinsi Bengkulu, Iman SP Noya, mengungkapkan bahwa para korban awalnya tergiur tawaran bekerja di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, hingga Taiwan.

“Ada oknum yang mengajak mereka. Awalnya dijanjikan ke Malaysia atau Singapura, tapi ujung-ujungnya mereka justru dibawa ke Kamboja,” ujar Iman saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Sebelum diberangkatkan, para korban difasilitasi pembuatan paspor secara gratis di wilayah Bekasi, Jawa Barat, yang diduga menjadi titik kumpul sebelum mereka dikirim ke luar negeri.

Disiksa, Disetrum, hingga Makan Sekali Sehari

Penderitaan keempat warga Bengkulu ini dimulai saat mereka dipaksa bekerja sebagai operator judi online dan scammer. Karena keterbatasan kemampuan mengoperasikan komputer, mereka menjadi sasaran kemarahan para pengelola sindikat.

Penyiksaan yang mereka alami sangat tidak manusiawi, di antaranya:

  • Penyiksaan Fisik: Dipukul hingga disetrum menggunakan alat listrik.
  • Kelaparan: Hanya diberi jatah makan satu kali dalam sehari.
  • Penyekapan: Dipaksa bekerja di bawah tekanan dan ancaman kekerasan jika tidak mencapai target.

Tak tahan dengan perlakuan tersebut, keempatnya nekat mempertaruhkan nyawa untuk kabur dari lokasi kerja dan berhasil mencapai perlindungan KBRI di Kamboja.

Keluarga Memohon Bantuan Gubernur dan Wali Kota

Meski sudah berada di KBRI, nasib mereka untuk pulang ke Tanah Air masih belum menemui titik terang. Keluarga korban melalui DPD GARIS Bengkulu memohon dengan sangat kepada Pemerintah Daerah untuk turun tangan.

“Kami memohon bantuan Bapak Gubernur Bengkulu, Wakil Gubernur, serta Wali Kota untuk membantu proses kepulangan mereka. Kondisi mereka sangat memprihatinkan dan keluarga di sini sangat berharap mereka bisa segera pulang dengan selamat,” tegas Iman.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama

22 Maret 2026 - 18:59 WIB

Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan

22 Maret 2026 - 18:57 WIB

Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

18 Maret 2026 - 19:39 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

18 Maret 2026 - 19:36 WIB

Trending di Ekonomi