Menu

Mode Gelap
Dua Pelajar Bengkulu Ukir Prestasi Gemilang, Sabet Emas dan Perunggu di O2SN Nasional 2026 Wajah Baru Jembatan Kota Bengkulu: Kini Terang Benderang, Cantik, dan Lebih Aman bagi Warga Tradisi Unik Suku Lembak di Kota Bengkulu: Arak-Arakan Ratusan Nasi Jambar Sambut Maulid Nabi Hidupkan Kembali Tradisi Lisan, 100 Generasi Muda Ikuti Workshop Likuk di Bumi Merah Putih Festival Sepak Bola Piala Bela Negara 2026 Resmi Bergulir di Bumi Merah Putih Aksi Nyata Alumni Carolus Angkatan 81 dan 84 Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Penggantungan

Headline

Tradisi Unik Suku Lembak di Kota Bengkulu: Arak-Arakan Ratusan Nasi Jambar Sambut Maulid Nabi

badge-check

Tradisi Unik Suku Lembak di Kota Bengkulu: Arak-Arakan Ratusan Nasi Jambar Sambut Maulid Nabi Perbesar

FAKTABENGKULU.COM, ​BENGKULU — Semarak menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah terasa begitu kental di Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu. Ratusan warga RT Talang Kering tumpah ruah ke jalan pada Minggu pagi (23/8/2026) untuk mengikuti tradisi pawai atau arak-arakan Nasi Jambar yang sarat akan nilai budaya lokal.

​Kegiatan tradisi turun-temurun ini dipusatkan menuju Masjid Jihadul Ihsan Al-Taibin, Talang Kering. Sebanyak 120 porsi Nasi Jambar—yang merupakan sajian khas nasi kuning lengkap dengan satu ekor ayam utuh sebagai topping—diarak dengan penuh antusias oleh masyarakat setempat bersama Karang Taruna Talang Permai (KTTP).

​Ketua KTTP, Ajransyah, menjelaskan bahwa pawai budaya ini tidak hanya sekadar merayakan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian warisan budaya Suku Lembak yang masih dijaga kuat di tengah masyarakat Bumi Merah Putih.

​”Sebagai upaya untuk menjaga budaya Suku Lembak, sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Pelaksanaannya sendiri merupakan kerja sama warga bersama Karang Taruna Talang Permai,” ujar Ajransyah.

​Setibanya di kompleks masjid, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan kitab Barzanji. Lantunan sastra klasik yang mengisahkan sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW dari lahir hingga wafat menggema khidmat, diikuti oleh seluruh jamaah.

​Usai prosesi keagamaan, kemeriahan ditutup dengan tradisi menyantap Nasi Jambar bersama-sama. Tidak hanya dinikmati oleh warga yang hadir, sebagian besar porsi Nasi Jambar tersebut juga disalurkan langsung ke sejumlah panti asuhan terdekat sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama.

​”Dari warga untuk warga itu sendiri. Nasi jambar ini berasal dari warga, kemudian disantap bersama, dan sebagian dibagikan ke panti asuhan terdekat sebagai wujud kepedulian kepada sesama,” pungkasnya.

​Tradisi gotong royong dan pelestarian budaya lokal seperti ini menunjukkan bagaimana masyarakat di Bumi Merah Putih konsisten merawat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman melalui kearifan lokal yang otentik.

​(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dua Pelajar Bengkulu Ukir Prestasi Gemilang, Sabet Emas dan Perunggu di O2SN Nasional 2026

23 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Wajah Baru Jembatan Kota Bengkulu: Kini Terang Benderang, Cantik, dan Lebih Aman bagi Warga

23 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Hidupkan Kembali Tradisi Lisan, 100 Generasi Muda Ikuti Workshop Likuk di Bumi Merah Putih

21 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Festival Sepak Bola Piala Bela Negara 2026 Resmi Bergulir di Bumi Merah Putih

21 Agustus 2026 - 16:32 WIB

Aksi Nyata Alumni Carolus Angkatan 81 dan 84 Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Penggantungan

21 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Trending di Ekonomi