FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU — Kepedulian sosial kembali menggema di Bumi Merah Putih. Kali ini, ikatan kekeluargaan dari Alumni SMP Carolus angkatan 1981 dan SMA Carolus angkatan 1984 turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada warga korban kebakaran di Kelurahan Penggantungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Jumat (21/8/2026).
Musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk tersebut sebelumnya menghanguskan sedikitnya 21 rumah warga. Tergerak oleh rasa empati yang mendalam atas penderitaan para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, para alumni berinisiatif menghimpun donasi secara mandiri.
Perwakilan sekaligus Koordinator Lapangan kegiatan, Patriana Sosialinda, mengungkapkan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kepedulian antarsesama, terkhusus bagi warga Bengkulu yang tengah dilanda ujian berat.
”Kami bersama rekan-rekan SMP Carolus angkatan 81 dan SMA Carolus angkatan 84 berkunjung ke sini untuk menyampaikan tali kasih. Bantuan yang kami salurkan berupa paket sembako serta pakaian layak pakai, termasuk pakaian baru berlabel. Ini adalah bentuk sayang dan empati kami kepada adik sanak segala,” ujar Patriana Sosialinda di lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, bantuan diserahkan secara langsung kepada warga terdampak dengan turut didampingi oleh Camat Sungai Serut Abriadi Z, Lurah Penggantungan, serta Ketua RT setempat. Suasana kehangatan tampak menyelimuti pertemuan tatap muka antara para alumni dan warga yang berusaha bangkit dari musibah.
Patriana berpesan agar bantuan yang diberikan tidak dinilai dari besar kecilnya nominal atau jumlah barang, melainkan dari ketulusan niat untuk meringankan beban sesama. Ia berharap bantuan kebutuhan pokok tersebut dapat memenuhi kebutuhan harian para korban selama masa pemulihan pascakebakaran.
”Jangan dilihat dari nilainya. Yang pasti, ini adalah bentuk niat baik dan kepedulian dari kawan-kawan semua. Semoga ujian ini membawa keberkahan setelah ini, dan Allah SWT menggantikannya dengan yang jauh lebih baik, lebih banyak, dan lebih berkah,” tambahnya.
Melalui aksi solidaritas ini, para alumni berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Bengkulu terus terjaga. Kehadiran berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu menguatkan mental para korban agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit pemulihan pascabencana.
(ABDU)













