FAKTABENGKULU.COM, Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam menekan prevalensi stunting dan masalah kesehatan anak sejak dini. Langkah strategis ini kembali ditegaskan oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, saat menghadiri kegiatan Penggerakan Aksi Bergizi di SMP Sint Carolus Kota Bengkulu, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari pukul 06.30 WIB tersebut berlangsung interaktif. Hadir mendampingi Wali Kota, Bunda PAUD Kota Bengkulu, Ny. Dian Fitriani Wahyudi, bersama jajaran unsur pemerintah daerah serta tenaga kesehatan setempat.
Dalam arahannya, Dedy Wahyudi mengingatkan bahwa persoalan anemia di tengah masyarakat tidak boleh dipandang sebelah mata. Kondisi kekurangan darah ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari balita, kelompok remaja, hingga usia lanjut, serta menjadi salah satu pemicu utama peningkatan risiko stunting di daerah berjuluk Bumi Merah Putih ini.
“Anemia bukan masalah kesehatan biasa karena dampaknya sangat erat dengan risiko terjadinya stunting,” ujar Dedy di hadapan para pelajar dan tenaga pendidik.
Wali Kota juga membeberkan data krusial terkait tren kesehatan remaja. Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) pada siswi kelas VII dan X di Kota Bengkulu pada tahun 2023 lalu, angka prevalensi anemia sempat menyentuh angka 35 persen.
Angka tersebut dinilai menjadi sinyal darurat yang memerlukan intervensi serius. Pasalnya, para remaja putri saat ini merupakan calon ibu di masa depan yang kesehatannya akan sangat menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Ibu hamil yang mengalami anemia berisiko tinggi melahirkan anak dengan kondisi stunting.
Melalui momentum Gerakan Aksi Bergizi ini, Pemkot Bengkulu mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya sektor pendidikan dan kesehatan untuk berkolaborasi masif membangun kesadaran gizi seimbang sejak bangku sekolah.
Pemerintah berharap kegiatan edukatif di SMP Sint Carolus ini mampu menjadi role model bagi sekolah-sekolah lain untuk membudayakan pola hidup sehat. Langkah preventif ini diyakini sebagai investasi jangka panjang demi melahirkan generasi muda Bumi Merah Putih yang cerdas, tangguh, dan berkualitas tinggi.
(ABD)

















