FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengawal transparansi serta akuntabilitas pembangunan. Langkah strategis ini ditempuh melalui penguatan sinergi bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu agar setiap program infrastruktur dan layanan publik berjalan aman secara regulasi serta tepat sasaran di tanah Bumi Merah Putih.
Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur Helmi menerima audiensi resmi Kepala Kejati Bengkulu yang baru, Anton Delianto, di Ruang Kerja Gubernur. Dalam pertemuan hangat tersebut, Helmi memaparkan berbagai prioritas pembangunan daerah yang membutuhkan pendampingan hukum ketat agar terhindar dari celah pelanggaran aturan.
”Beberapa perencanaan pembangunan memang perlu pendampingan. Kita ingin membangun, tapi semuanya harus sesuai aturan. Jangan sampai niat kita baik, tetapi kemudian ada persoalan regulasi di belakangnya,” ujar Helmi, Jumat (28/8).
Fokus Utama: Perbaikan Sanitasi Sekolah dan Layanan Kesehatan
- Di tengah keterbatasan anggaran fiskal daerah, Pemprov Bengkulu dituntut untuk cerdas dalam menentukan skala prioritas. Sejumlah program kerakyatan yang menjadi sorotan utama meliputi:
- Sanitasi Sekolah Berkualitas: Pemprov memprioritaskan renovasi toilet sekolah agar memenuhi standar kebersihan yang layak, bersih, dan sehat layaknya fasilitas hotel bintang lima demi kenyamanan para siswa.
- Penguatan Layanan Kesehatan: Selain mengoptimalkan RSUD M. Yunus sebagai fasilitas rujukan utama, gubernur menyambut baik rencana strategis pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa di Bengkulu oleh Kejaksaan Agung guna memperluas akses kesehatan masyarakat lokal tanpa harus berobat ke luar daerah.
Sementara itu, Kajati Bengkulu Anton Delianto menyambut baik kolaborasi lintas instansi ini. Mantan Wakil Kepala Kejati Sumatera Selatan tersebut menyatakan kesiapannya untuk bersama-sama mengawal jalannya roda pemerintahan dan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat secara optimal.
(ABD)

















