REJANG LEBONG, faktabengkulu.com – Upaya pencarian intensif terhadap seorang pendaki yang dikabarkan hilang di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba akhirnya membuahkan hasil manis. AB (16), pendaki yang terpisah dari rombongannya sejak Minggu sore, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin siang (19/1/2026).
Meskipun ditemukan dalam kondisi lemas, kelelahan, dan sempat tampak linglung (bingung), nyawa remaja ini berhasil diselamatkan berkat aksi cepat tim gabungan yang menyisir medan ekstrem Bukit Kaba.
Kronologi Kejadian: Terpisah Saat Perjalanan Turun
Peristiwa ini bermula ketika AB bersama rombongannya melakukan pendakian pada Sabtu malam untuk berkemah (camping) di puncak Bukit Kaba. Petaka muncul pada Minggu sore saat rombongan memutuskan untuk turun kembali ke pos registrasi.
Di tengah perjalanan pulang, AB terpisah dari kelompoknya. Awalnya, rekan-rekan korban mengira AB sudah berjalan lebih dulu dan berada di barisan depan. Namun, kekhawatiran memuncak saat seluruh rombongan tiba di Pos Registrasi, sementara AB tak kunjung terlihat.
Ketua Pokdarwis Bukit Kaba, Yulian Adi Pratama, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan tindakan awal begitu menerima laporan kehilangan.
“Awalnya kami melakukan survei skala kecil ke titik-titik terakhir korban terlihat. Namun karena hasil nihil dan mempertimbangkan medan yang sulit serta cuaca, kami memutuskan untuk meningkatkan status pencarian dengan skala tim yang lebih besar,” ujar Yulian.
Operasi penyelamatan ini menjadi sinergi besar lintas organisasi. Pokdarwis Bukit Kaba mendapatkan bantuan penuh (backup) dari:
- Basarnas Provinsi Bengkulu
- TNI dan POLRI
- ORARI
- PMI Rejang Lebong
- Organisasi Pecinta Alam (OPA)
- Relawan Masyarakat Setempat
- Kondisi Korban Saat Ditemukan
Setelah penyisiran dilakukan sejak Senin pagi, tim akhirnya menemukan AB di area yang cukup jauh dari jalur pendakian utama pada Senin siang. Korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis akibat kelelahan hebat dan trauma ringan setelah bermalam sendirian di hutan.
Pihak pengelola TWA Bukit Kaba kembali mengimbau kepada para pendaki untuk selalu menjaga solidaritas kelompok dan tidak memaksakan diri jika kondisi fisik menurun, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
(ABD)












