FAKTABENGKULU.COM, SELUMA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma. Di bawah kepemimpinan Bupati Teddy Rahman, S.E., M.M., dan Wakil Bupati Gustianto, kabupaten yang dikenal dengan semboyan “Bumi Serawai Serasan Seijoan” ini resmi dinobatkan sebagai daerah dengan standar pelayanan publik terbaik di tingkat Provinsi Bengkulu oleh Ombudsman Republik Indonesia.
Meski masa kepemimpinannya belum genap satu tahun, duet Teddy-Gustianto berhasil membuktikan bahwa reformasi birokrasi di Seluma bukan sekadar wacana. Predikat “Sangat Baik” yang diberikan Ombudsman menjadi bukti nyata adanya lompatan kualitas dalam tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Dalam penilaian terbaru yang dirilis Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu, Sabtu (14/2/2026), Kabupaten Seluma mencatatkan skor tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bengkulu.
Bupati Teddy Rahman menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil dari komitmen kolektif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memangkas birokrasi yang berbelit.
“Ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran. Fokus kita adalah memberikan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujar Teddy Rahman di sela-sela menerima penghargaan.
Dalam momentum tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Seluma kembali mencuri perhatian. Instansi ini menerima penghargaan khusus karena dinilai paling konsisten dalam mempertahankan standar pelayanan prima secara berturut-turut.
Selain Dukcapil, beberapa instansi dan fasilitas kesehatan di Seluma juga mendapatkan rapor hijau (kategori tinggi) dari Ombudsman, di antaranya:
- Dinas Kesehatan
- Dinas Sosial
- DPMPTSP (Perizinan)
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
- Puskesmas Tumbuan & Puskesmas Babatan (Kategori Layanan Kesehatan)
- Komitmen Membangun Budaya Organisasi Responsif
Pihak Ombudsman RI memberikan apresiasi tinggi terhadap gaya kepemimpinan Bupati Teddy Rahman. Ia dinilai memiliki political will yang kuat dalam membangun budaya organisasi yang responsif terhadap keluhan warga.
Bagi Teddy, penghargaan ini bukanlah garis finish, melainkan bahan bakar untuk terus berinovasi. Ia menargetkan ke depannya seluruh akses layanan publik di Seluma bisa diakses dengan lebih cepat, mudah, dan bebas dari praktik pungli.
“Penghargaan ini motivasi kita. Saya ingin masyarakat Seluma benar-benar merasakan kehadiran negara lewat pelayanan yang memudahkan, bukan menyulitkan,” pungkasnya.
(ABD)










