BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja strategis ke Provinsi Bengkulu pada Rabu, 1 April 2026. Kehadiran purnawirawan jenderal tersebut bertujuan untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur militer, termasuk kesiapan Batalyon 891/MS dan rencana besar pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) di Kabupaten Seluma.
Penyambutan Hangat di Bandara Fatmawati Soekarno
Pesawat yang membawa rombongan Menhan mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno pukul 17.43 WIB. Kedatangan Sjafrie disambut langsung oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya:
- Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi (Pangdam XXI/Radin Inten)
- Mian (Wakil Gubernur Bengkulu)
- Dedy Wahyudi (Wali Kota Bengkulu)
- Serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.
Tanpa agenda seremonial yang panjang, Menhan bersama rombongan langsung bergerak menuju lokasi peninjauan di Kabupaten Seluma. Kunjungan ini bersifat internal guna mematangkan koordinasi teknis di lapangan.
Strategi “Bengkulu Kuat”: Rencana 10 Batalyon Baru
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, mengungkapkan bahwa kunjungan Menhan kali ini membawa kabar penting terkait penguatan sistem pertahanan di Bumi Rafflesia. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana membangun total 10 batalyon yang akan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu.
“Langkah ini adalah bagian dari rencana strategis untuk memperkuat struktur militer di daerah. Saat ini, pembangunan sudah berjalan di dua titik, yakni di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Tengah,” jelas Mian.
Pembangunan Batalyon 891/MS di Seluma diproyeksikan menjadi pilar pertahanan utama yang akan menyokong stabilitas keamanan di wilayah pesisir barat Sumatera.
Proyek Ambisius: Pangkalan Udara Seluma
Selain fokus pada kekuatan darat, pemerintah juga tengah serius menggodok pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) di Seluma. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan patroli udara dan respons cepat terhadap ancaman maupun bencana alam.
Mian menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengusulkan penggunaan lahan milik PTPN di Seluma sebagai lokasi pangkalan tersebut.
“Usulan lahan sudah kami sampaikan. Saat ini prosesnya tinggal menunggu kesepakatan final dan sinkronisasi anggaran antara Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan,” pungkas Wagub.
Harapan bagi Daerah
Kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ini memberi sinyal kuat bahwa Bengkulu kini mendapatkan perhatian khusus dalam peta pertahanan nasional. Selain aspek keamanan, pembangunan infrastruktur militer berskala besar ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan pembukaan akses infrastruktur di wilayah sekitarnya.
(ABD)













