Kota Bengkulu, Faktabengkulu.com — Kawasan Jalan Salak, Pasar Panorama, Kota Bengkulu menunjukkan perubahan signifikan pada Senin pagi (19/01/2026). Area yang biasanya semrawut oleh lapak yang menjorok ke jalan, kini tampak lebih luas dan tertib.
Kesadaran kolektif mulai tumbuh di kalangan Pedagang Kaki Lima (PKL). Secara sukarela, puluhan pedagang mulai membongkar lapak mereka yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum). Aksi ini merupakan respons atas instruksi tegas Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang berkomitmen membersihkan area milik jalan dari aktivitas yang mengganggu lalu lintas.
Kolaborasi Humanis: Satpol PP Ikut Bongkar Lapak
Menariknya, proses penertiban kali ini jauh dari kesan tegang. Justru terlihat sinergi antara petugas dan pedagang di lapangan. Tidak hanya sekadar mengawasi, personil Satpol PP Kota Bengkulu terjun langsung membantu para pedagang membongkar material bangunan kayu dan seng.
Banyak pedagang yang secara terbuka meminta bantuan petugas untuk merapikan sisa-sisa bangunan mereka agar lebih cepat dibersihkan. Langkah persuasif ini membuat proses sterilisasi jalan berjalan lancar tanpa perlawanan.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menjelaskan bahwa bantuan fisik dari anggotanya adalah bagian dari pendekatan humanis pemerintah.
“Kami di sini bukan hanya untuk menertibkan, tapi juga membantu warga. Banyak pedagang yang meminta bantuan personil kita untuk mengangkut barang atau membongkar rangka lapak yang berat. Ini bukti bahwa jika dikomunikasikan dengan baik, ketertiban bisa dicapai bersama,” ujar Sahat.
Selain Satpol PP, tim gabungan ini juga melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dishub, Bapenda, DLH, hingga petugas Pemadam Kebakaran. Semua bahu-membahu memastikan material lapak tidak menumpuk di pinggir jalan dan segera diangkut ke tempat pembuangan.
Pemerintah Kota menegaskan bahwa penertiban ini bukan untuk mematikan rezeki pedagang. Para PKL yang lapaknya dibongkar telah diarahkan untuk menempati lokasi dagang yang sah di dalam area pasar.
Tercatat, sejak Minggu malam, beberapa pemilik toko sudah memulai pembongkaran mandiri. Dengan bersihnya Jalan Salak dari lapak liar, diharapkan wajah Pasar Panorama menjadi lebih asri, rapi, dan bebas dari kemacetan yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.
(ABD)









