LEBONG, FaktaBengkulu.com – Meski kondisi air mulai surut, ancaman bencana di Kabupaten Lebong belum sepenuhnya berlalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan akibat cuaca ekstrem yang masih membayangi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, Saprul, menegaskan bahwa wilayah bantaran sungai dan daerah lereng perbukitan menjadi titik paling rawan saat ini. Ia meminta warga tidak lengah meski situasi mulai kondusif.
“Kami imbau masyarakat, terutama yang tinggal di pinggir sungai dan daerah rawan longsor, untuk selalu hati-hati. Cuaca ekstrem masih berpotensi memicu bencana lanjutan,” ujar Saprul saat dikonfirmasi pada Minggu (12/4/2026).
Daftar Wilayah Terdampak: Ratusan Rumah Rusak
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun tim di lapangan, dampak banjir bandang dan tanah longsor ini tersebar di lima kecamatan, yakni Uram Jaya, Amen, Lebong Utara, Lebong Tengah, dan Pinang Belapis.
Kerugian materil cukup signifikan dengan rincian rumah terdampak sebagai berikut:
- Desa Kota Agung: 374 KK (rusak ringan) dan 10 hektare sawah terendam.
- Desa Nangai Amen: 273 KK (rusak ringan) dan 13 KK (rusak berat).
- Desa Tangua: 270 KK (rusak ringan) dan 1 KK (rusak berat).
- Kelurahan Pasar Muara Aman: 138 KK (rusak ringan).
- Kampung Muara Aman: 137 KK (rusak ringan).
Fasilitas Umum Lumpuh, Ribuan Buku Sekolah Hancur
Bencana ini tidak hanya menghantam permukiman, tetapi juga melumpuhkan sejumlah infrastruktur vital. Di Desa Tunggang, sebuah jembatan gantung dilaporkan putus total, sementara jalan usaha tani tertutup material longsor. Jaringan irigasi dan pipa air bersih warga di beberapa desa juga mengalami kerusakan parah.
Sektor pendidikan menjadi salah satu yang paling terpukul. Di SMPN 01 Lebong, tercatat sekitar 8.000 eksemplar buku perpustakaan hancur terendam lumpur. Selain itu, ratusan meja, kursi, hingga perangkat elektronik seperti komputer dan laptop di beberapa sekolah (SDN 76, SMPN 03, SMPN 09, dan SMP Muhammadiyah 05) dilaporkan rusak berat.
Lapor Segera Jika Ada Tanda Bahaya
BPBD Lebong meminta warga aktif memantau kondisi lingkungan sekitar. Jika ditemukan adanya retakan tanah, peningkatan debit air sungai yang tidak wajar, atau pergerakan tanah di perbukitan, warga diminta segera melapor ke posko terdekat.
“Proses pemulihan saat ini sedang berjalan, koordinasi lintas instansi terus kami lakukan. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga dan memulihkan akses fasilitas publik,” tutup Saprul.
(ABD)













