Sukaraja, Seluma, Faktabengkulu.com – Hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang oknum guru di Kabupaten Seluma. Perlakuan yg tidak pantas tersebut ialah menghina seorang mantan muridnya secara ekonomi. Sontak kejadian tersebut menjadi sorotan publik pendidikan.
Oknum guru yang bernama Despa Nanda Ahmad yang diketahui adalah guru di SMAN 6 Seluma (Sukaraja), mengomentari postingan tiktok mantan muridnya yang berinisial G dengan narasi seolah menghina.
“Uang sekolah SMA bae nido tebayar, mano ndak kuliah”, tulis Despa Nanda Ahmad di kolom komentar mantan muridnya.
Pihak keluarga G, Pirda Maya Tika sangat menyesali dan sangat keberatan atas tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.
“Kami sangat keberatan. Itu bukan kritik, tapi merendahkan dan menyangkut mental keponakan saya. Apalagi yang menyampaikan adalah guru yang seharusnya memberi contoh etika dan empati,” ujar salah satu anggota keluarga G.
Tak hanya itu, polemik semakin memanas setelah guru SMAN 6 Sukaraja, Despa Nanda Ahmad kembali mengunggah pernyataan di akun media sosialnya.
Dalam unggahan tersebut, Despa diduga menyampaikan pernyataan bernada sumpah dan doa buruk terhadap mantan muridnya.
“Saya menyesal sudah membantu selama tiga tahun. Tidak akan sukses tujuh turunan, tidak akan menjadi orang baik sebelum minta maaf”, unggahan di akun Facebook milik sang guru itu kembali membuat keluarga G semakin marah.
Pihak keluarga G menilai pernyataan tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dan mencederai marwah seorang pendidik.
“Guru seharusnya mendoakan yang baik, bukan menyumpahi. Kami hanya meminta satu hal, yaitu permintaan maaf secara terbuka,” tegas keluarga G.
Keluarga G berharap ada langkah pembinaan dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang serta etika pendidik di ruang digital dapat tetap dijaga.












