Menu

Mode Gelap
Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan Pastikan Lebaran Bebas Sampah, Pemkot Bengkulu Kerahkan 200 Pasukan Oranye ke Titik Vital Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

Headline

Oknum Guru di Seluma Diduga Hina Mantan Murid, Pihak Terkait Akan Ambil Langkah Tegas ?

badge-check


Oknum Guru di Seluma Diduga Hina Mantan Murid, Pihak Terkait Akan Ambil Langkah Tegas ? Perbesar

Sukaraja, Seluma, Faktabengkulu.com – Hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang oknum guru di Kabupaten Seluma. Perlakuan yg tidak pantas tersebut ialah menghina seorang mantan muridnya secara ekonomi. Sontak kejadian tersebut menjadi sorotan publik pendidikan.

Oknum guru yang bernama Despa Nanda Ahmad yang diketahui adalah guru di SMAN 6 Seluma (Sukaraja), mengomentari postingan tiktok mantan muridnya yang berinisial G dengan narasi seolah menghina.

“Uang sekolah SMA bae nido tebayar, mano ndak kuliah”, tulis Despa Nanda Ahmad di kolom komentar mantan muridnya.

Pihak keluarga G, Pirda Maya Tika sangat menyesali dan sangat keberatan atas tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.

“Kami sangat keberatan. Itu bukan kritik, tapi merendahkan dan menyangkut mental keponakan saya. Apalagi yang menyampaikan adalah guru yang seharusnya memberi contoh etika dan empati,” ujar salah satu anggota keluarga G.

Tak hanya itu, polemik semakin memanas setelah guru SMAN 6 Sukaraja, Despa Nanda Ahmad kembali mengunggah pernyataan di akun media sosialnya.

Dalam unggahan tersebut, Despa diduga menyampaikan pernyataan bernada sumpah dan doa buruk terhadap mantan muridnya.

“Saya menyesal sudah membantu selama tiga tahun. Tidak akan sukses tujuh turunan, tidak akan menjadi orang baik sebelum minta maaf”, unggahan di akun Facebook milik sang guru itu kembali membuat keluarga G semakin marah.

Pihak keluarga G menilai pernyataan tersebut menunjukkan sikap tidak profesional dan mencederai marwah seorang pendidik.

“Guru seharusnya mendoakan yang baik, bukan menyumpahi. Kami hanya meminta satu hal, yaitu permintaan maaf secara terbuka,” tegas keluarga G.

Keluarga G berharap ada langkah pembinaan dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang serta etika pendidik di ruang digital dapat tetap dijaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama

22 Maret 2026 - 18:59 WIB

Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan

22 Maret 2026 - 18:57 WIB

Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

18 Maret 2026 - 19:39 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

18 Maret 2026 - 19:36 WIB

Trending di Ekonomi