BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi memulai langkah strategis dalam menyusun peta jalan pembangunan masa depan. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Gedung Pendopo Merah Putih pada Rabu (1/4/2026), dua sektor utama yakni infrastruktur dan pariwisata dipatok menjadi prioritas utama.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi atau seremonial belaka. Musrenbang merupakan jantung dari penyerapan aspirasi masyarakat yang akan menentukan wajah Kota Bengkulu di tahun 2027.
Komitmen 60 Persen APBD untuk Aspirasi Warga
Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menginstruksikan agar seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) benar-benar menyelaraskan perencanaan dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Musrenbang ini adalah ruang rakyat. Saya tegaskan, minimal 60 persen APBD harus mampu menjawab aspirasi yang muncul dari sini. Jangan sampai apa yang direncanakan berbeda dengan apa yang dilaksanakan,” ujar Dedy dengan tegas di hadapan jajaran Forkopimda.
Fokus Infrastruktur: Menjawab Tantangan Kawasan Baru
Meskipun saat ini 90 persen kondisi jalan di Kota Bengkulu diklaim sudah dalam keadaan mantap, Pemkot tidak ingin berpuas diri. Pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman dan perumahan baru di pinggiran kota menjadi tantangan tersendiri yang harus segera direspons.
“Pertumbuhan perumahan di Bengkulu sangat dinamis. Ini adalah ‘PR’ bagi pemerintah untuk memastikan aksesibilitas tetap merata hingga ke pelosok pemukiman baru, agar tidak ada ketimpangan kualitas jalan,” tambah Dedy.
Pariwisata Sebagai ‘Wajah’ Ekonomi Daerah
Mengingat Kota Bengkulu tidak memiliki basis industri manufaktur besar atau lahan perkebunan yang luas seperti kabupaten tetangga, sektor pariwisata diposisikan sebagai tulang punggung ekonomi kreatif.
Pemkot Bengkulu berencana mengoptimalkan potensi sejarah dan alam untuk menarik investasi serta kunjungan wisatawan. Hal ini sejalan dengan tema Musrenbang 2027, yaitu:
- Peningkatan daya saing investasi.
- Penguatan ekonomi inklusif.
- Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang religius dan bahagia.
Sinkronisasi dengan Pemerintah Provinsi
Senada dengan Wali Kota, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu, Yuliswani, yang hadir mewakili Gubernur, mengingatkan pentingnya keselarasan data dan indikator pembangunan antara pemerintah kota dan provinsi.
“Perencanaan harus satu irama. Sinkronisasi indikator sangat krusial agar efektivitas pembangunan terasa langsung oleh masyarakat dan target makro ekonomi dapat tercapai secara kolektif,” jelas Yuliswani.
Dengan dimulainya Musrenbang RKPD 2027 ini, masyarakat menaruh harapan besar agar pembangunan Kota Bengkulu tidak hanya mengejar kemajuan fisik, tetapi juga mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh warganya.
(ABD)













