BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Menginjak usia yang ke-307 tahun, Kota Bengkulu semakin mempertegas posisinya bukan sekadar pusat administrasi, melainkan lokomotif utama pembangunan di Bumi Rafflesia. Hal ini mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bengkulu yang digelar khidmat pada Selasa, 17 Maret 2026.
Perayaan hari jadi tahun ini terasa sangat spesial karena bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan 1447 H. Sidang paripurna tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota legislatif, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Kota Bengkulu: Wajah dan Parameter Pembangunan
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dalam pidatonya menyampaikan pesan kuat mengenai tanggung jawab strategis kota yang dipimpinnya. Menurutnya, sebagai kota induk dan ibu kota provinsi, kemajuan Kota Bengkulu adalah cerminan kemajuan Provinsi Bengkulu secara keseluruhan.
“Kota Bengkulu adalah rujukan sekaligus parameter pembangunan. Jika ibu kotanya bergerak maju, maka akan memberikan dampak domino positif bagi seluruh daerah di provinsi ini,” ujar Dedy Wahyudi.
Dedy juga menekankan bahwa ambisi menjadikan Kota Bengkulu sebagai pusat kemajuan bukan bermaksud mengecilkan peran kabupaten lain, melainkan untuk memperkuat kolaborasi strategis antarwilayah.
Apresiasi dari Pemerintah Provinsi
Hadir mewakili Gubernur, Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih oleh duet kepemimpinan Dedy Wahyudi dan Ronny Tobing. Ia menilai, dalam waktu yang relatif singkat, banyak perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi mengucapkan Dirgahayu ke-307 untuk Kota Bengkulu. Kami melihat progres yang sangat maksimal. Apalagi momentum ini jatuh pada 27 Ramadan, semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkap Mian.
Meski banjir pujian, Wagub Mian mengingatkan agar Pemkot Bengkulu tidak cepat berpuas diri. Ia mendorong adanya inovasi yang berkelanjutan dan sinergi yang lebih erat dengan pemerintah daerah sekitarnya.
Harapan di Usia Tiga Abad lebih
Peringatan HUT ke-307 ini diharapkan menjadi titik balik bagi Kota Bengkulu untuk:
- Meningkatkan Infrastruktur Digital: Sejalan dengan program pembagian Smart TV dan penyediaan Wi-Fi gratis di ruang publik.
- Pelayanan Publik yang Humanis: Menjaga keramahan warga, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2026.
- Sinergi Pembangunan: Menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir barat Sumatera.
Sidang Paripurna Istimewa ini ditutup dengan doa bersama, merefleksikan perjalanan panjang sejarah kota sekaligus memantapkan langkah menuju masa depan Bengkulu yang lebih religius dan bahagia.
(ABD)













