KEPAHIANG, BENGKULU – Penemuan tiga benda yang diduga tengkorak manusia di dalam kendi di Kelurahan Durian Depun, Merigi, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, pada Senin (9/12/2025), kini tengah diselidiki secara mendalam oleh pihak kepolisian. Polisi berencana melibatkan Balai Arkeologi Sumatera Selatan guna mengungkap apakah kendi tersebut merupakan peninggalan sejarah kuno.
Kapolsek Ujan Mas Polres Kepahiang, Iptu Dody Harilaya, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah ketiga tengkorak tersebut benar-benar tengkorak manusia.
”Tim inafis masih bekerja untuk identifikasi,” ujar Iptu Dody pada Rabu (10/12/2025) sore.
Selain menunggu hasil identifikasi dari Tim Inafis, Iptu Dody menjelaskan bahwa penyelidikan akan diperluas dengan melibatkan Balai Arkeologi. Hal ini dilakukan karena adanya dugaan kuat bahwa kendi yang ditemukan bisa jadi merupakan peninggalan dari zaman dahulu.
”Kita koordinasi dengan Balai Arkeologi, kendi itu peninggalan sejarah atau bukan,” tambahnya.
Peristiwa ini bermula ketika Subari, seorang warga dari Kelurahan Air Putih Baru, Curup Tengah, Rejang Lebong, sedang melakukan penggalian tanah untuk keperluan penimbunan di lokasi tersebut pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat penggalian, sekop Subari mengenai dan memecahkan kendi yang terkubur di dalam tanah. Setelah kendi pecah, terungkaplah isinya yang berupa tiga tengkorak.
Subari segera melaporkan kejadian tersebut, dan pihak kepolisian langsung menuju lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Ketiga tengkorak tersebut telah diserahkan kepada Tim Inafis Polres Kepahiang, dan kemudian dibawa ke RSUD Rejang Lebong untuk penanganan serta penelitian lebih lanjut.
Iptu Dody Harilaya mengimbau masyarakat sekitar TKP agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.
”Sehingga, tidak ada beredar berita yang simpang siur, atau ada kepanikan di tengah masyarakat. Polisi sedang menangani penemuan ini,” tutupnya.
(ABD)









