Menu

Mode Gelap
Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan Pastikan Lebaran Bebas Sampah, Pemkot Bengkulu Kerahkan 200 Pasukan Oranye ke Titik Vital Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

Headline

Kabar Baik! 4 Warga Kota Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Segera Pulang, Pemprov dan Baznas Tanggung Biaya

badge-check


Kabar Baik! 4 Warga Kota Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Segera Pulang, Pemprov dan Baznas Tanggung Biaya Perbesar

BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Harapan keluarga empat warga Kota Bengkulu yang terjebak dalam pusaran Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan proses pemulangan para korban kini telah memasuki tahap final.

Kepastian ini muncul setelah adanya koordinasi intensif antara Pemprov Bengkulu, KBRI di Kamboja, serta dukungan pendanaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu.

Gerak Cepat Atasi Kendala Biaya

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengungkapkan bahwa kendala utama yang sempat mengganjal proses pemulangan adalah masalah operasional, khususnya tiket pesawat.

“Alhamdulillah, solusi sudah ada. Masalah biaya transportasi yang sempat menjadi kendala telah kita tuntaskan melalui pembahasan bersama DPRD Provinsi dan Baznas. Baznas berkomitmen penuh membantu pendanaan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,” ujar Herwan usai rapat dengar pendapat pada Senin (2/2/2026).

Herwan menegaskan bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus berkomunikasi secara simultan dengan pihak kedutaan agar administrasi keberangkatan para korban selesai tepat waktu.

DPRD Desak Pengusutan Tuntas Jaringan Sindikat

Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, memberikan catatan tegas. Baginya, kepulangan korban hanyalah langkah awal. Ia mendesak aparat penegak hukum (APH), termasuk Polda Bengkulu, untuk membongkar jaringan sindikat yang merekrut para korban secara ilegal.

“Kami mendorong pengusutan tuntas. Jangan sampai berhenti di pemulangan saja. Para korban sudah memberikan keterangan awal secara daring, dan keluarga akan segera membuat laporan resmi agar pelakunya diproses hukum secara maksimal,” tegas Usin.

Waspada Modus Kerja Luar Negeri

Melihat tren kasus pekerja migran bermasalah yang menimpa warga Bengkulu di Jepang, Malaysia, hingga Kamboja, politisi ini meminta Disnakertrans lebih masif mengedukasi masyarakat.

“Masyarakat harus waspada terhadap bujuk rayu kerja ilegal. Edukasi mengenai modus operandi TPPO sangat penting agar warga kita tidak menjadi korban perbudakan modern di masa depan,” tambah Usin.

Dengan segala persiapan yang sudah matang, keempat warga tersebut diperkirakan akan segera terbang kembali ke tanah air dalam waktu dekat untuk berkumpul kembali dengan keluarga. Pemprov Bengkulu optimis momentum ini menjadi titik balik penguatan perlindungan tenaga kerja asal Bumi Rafflesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama

22 Maret 2026 - 18:59 WIB

Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan

22 Maret 2026 - 18:57 WIB

Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

18 Maret 2026 - 19:39 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

18 Maret 2026 - 19:36 WIB

Trending di Ekonomi