BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Harapan masyarakat Bengkulu untuk melihat kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) bertransformasi menjadi destinasi wisata kelas dunia mulai menemui titik terang. Setelah sempat terhambat karena gagal lelang sebanyak dua kali, proyek strategis nasional ini kini memasuki babak baru.
Memasuki awal tahun 2026, proyek penataan DDTS dipastikan tetap berjalan dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp35 miliar. Kabar baiknya, proses administrasi telah rampung dan saat ini tinggal menunggu momen penandatanganan kontrak kerja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengungkapkan bahwa pengerjaan di tahun 2026 ini akan sangat teknis. Mengingat medan di sekitar danau didominasi oleh lahan rawa, mayoritas anggaran akan dialokasikan untuk memperkokoh pondasi.
“Anggarannya tetap aman di angka Rp35 miliar. Jika tidak ada kendala, awal tahun ini sudah masuk tahapan penandatanganan kontrak,” jelas Tejo.
Ia membeberkan detail menarik terkait alokasi dana tersebut:
- Pondasi Raksasa: Sekitar Rp25 miliar dari total anggaran akan tersedot untuk pembangunan pondasi tiang pancang. Hal ini krusial karena pembangunan dilakukan di atas lahan lunak (rawa).
- Akses Wisatawan: Pembangunan jalan khusus bagi pengunjung agar bisa menikmati keindahan Taman Anggrek yang ikonik langsung dari area kolam/rawa.
- Penataan Lansekap: Fokus awal adalah pada pembangunan taman-taman cantik yang akan mengelilingi sisi jembatan layang DDTS.
Pengerjaan fisik tahap pertama ini akan dikomandani langsung oleh kementerian terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan standar kualitas bangunan di area konservasi tetap terjaga.
“Pondasi tiang pancang rencananya dibangun di sebelah jembatan. Ini tantangan teknisnya tinggi karena lokasinya rawa, namun ini menjadi dasar utama sebelum kita masuk ke pembangunan gedung utama di tahap selanjutnya,” tambah Tejo.
Revitalisasi Danau Dendam Tak Sudah bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dan memutar roda ekonomi lokal. Dengan penataan yang lebih modern, DDTS diproyeksikan menjadi “wajah baru” Bengkulu yang mampu menarik wisatawan nasional maupun mancanegara.
Tak berhenti di angka Rp35 miliar, Pemerintah Provinsi juga dikabarkan tengah melobi pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran tahap kedua yang nilainya diprediksi jauh lebih besar guna menyelesaikan fasilitas pendukung lainnya.
(ABD)












